press enter to search

Kamis, 27/06/2019 05:59 WIB

Perempuan Palangkaraya Berbobot 350 Kilogram Ini Butuh Pertolongan

| Selasa, 08/01/2019 09:16 WIB
Perempuan Palangkaraya Berbobot 350 Kilogram Ini Butuh Pertolongan Titi Wati (37) bersama anaknya Herlina. (Foto: Antara Kalteng/Adi Wibowo)

PALANGKARAYA (aksi.id)  – Seorang perempuan dengan berat badan 350 kilogram (Kg) di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), meminta perhatian pemerintah setempat. Kondisinya sangat memprihatinkan karena kelebihan berat badan hingga tak mampu berdiri dan sulit beraktivitas.

Nama perempuan tersebut yakni Titi Wati. Dia tinggal di rumah kontrakannya di wilayah Palangkaraya. Kesehariannya banyak dihabiskan dengan berbaring dalam posisi tengkurap di tempat tidur karena kakinya sudah tak kuat menopang berat tubuhnya.

"Saya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada saya untuk pengobatan menurunkan berat badan yang sudah mencapai 350 kilogram lebih," kata Titi Wati, di rumah kontrakannya Minggu (6/1/2019).

Mungkin tak banyak yang tahu, saat ini Titi Wati diperkirakan merupakan perempuan tergemuk di Kalteng. Ibu satu anak ini mengaku merasakan berat badannya meningkat drastis dalam tujuh tahun terakhir.

Berbagai cara sudah dilakukannya untuk menyembuhkan obesitas tersebut, seperti mengonsumsi minuman herbal penurun berat badan. Cara itu diakuinya sempat berhasil menurunkan berat badannya. Namun, karena harganya makin mahal, Wati tak sanggup lagi membelinya hingga akhirnya pola makannya pun kembali membuat berat badannya naik drastis.

"Setelah tak mampu membeli minuman herbal penurun berat badan itu, makan dan minum saya jadi tidak terkontrol. Berat badan saya yang sempat 167 kilogram kini menjadi 350 kilogram lebih," ujar perempuan berusia 37 tahun tersebut.

Saat ini, Wati berjuang mengurangi porsi makan camilan karena khawatir badannya terus membesar seiring berat badannya yang terus naik. Karena setiap harinya, dia suka ngemil, minum es dan makan gorengan.

"Setiap kali bangun tidur bagian kaki saya selalu sakit seperti keram, kemudian badan terasa sakit semua," ucapnya.

Wati mengaku tidak pernah melakukan pengobatan atau memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter dan rumah sakit. Suaminya juga mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan.

"Kata suami saya, ambil hikmahnya saja dan syukuri keadaan yang sudah diberikan Tuhan. Mau bagaimana lagi kami berbuat kalau ini sudah nasib dari keluarga kami," kata Wati menirukan ucapan suaminya yang bekerja sebagai pencari kayu hutan tersebut.

Sementara itu, Herlina (19) putri semata wayang wanita tergemuk di Kalteng berharap pemerintah setempat serta para dermawan bisa mengulurkan tangannya untuk membantu menyembuhkan penyakit obesitas yang diderita ibunya.

"Besar harapan kami agar ibu saya mendapatkan uluran tangan dari para dermawan serta pemerintah untuk membantu pengobatan. Kami pasrah dan apa boleh buat dengan kondisi perekonomian kami yang tidak mampu untuk melakukan pengobatan ibu agar bisa kembali normal kembali," ujarnya.

DIBANTU POLDA KALTENG & PEMPROV KALTENG

Titi Wati, perempuan dengan berat badan 350 Kg di Palangkaraya, saat mendapat pemeriksaan kesehatan dari Bidokkes Polda Kalteng. (Foto: iNews/Ade Sata)

Pantauan iNews, Polda Kalteng melalui unit Bidokkes bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menyambangi kediaman Titi Wati di Jalan Giobos 25, Gang Bima, Kota Palangkaraya. Mereka menjenguk sekaligus melakukan medical check up.

Dalam kunjungan itu, pemerintah dan aparat juga berbincang untuk mengetahui riwayat kesehatan Titi Wati hingga mengalami obesitas. Mereka juga menjanjikan akan membantu proses penanganan kesehatan perempuan berbobot 350 kg tersebut.

“Kami melakukan pemeriksaan laboratorium secara sederhana karena ibu ini tidak bisa dilakukan pemeriksaan secara lebih lengkap lagi. Ibu Titi Wati ini tidak bisa ditensi karena alatnya tidak bisa masuk. Hasil pemeriksaan memang ditemukan ada gangguan kesehatan. Di mana kadar gula ibu ini cukup tinggi,” ujar Kabid Dokkes Polda Kalteng Kombes M Haris, Senin (7/1/2019).

Sementara itu Kepala Dinkes Pemprov Kalteng Sayuti Samsul menuturkan, kedatangan mereka untuk melihat kondisi seorang warga bernama Titi Wati yang sudah enam tahun terakhir mengalami obesitas.

Hasil pengecekan, dinkes akan berkoordinasi dengan pemerintah kota, rumah sakit (RS), termasuk dari Polda Kalteng untuk membantu penanganan untuk kesembuhan Titi Wati.

“Penanganannya seperti nantinya kami masih akan koordinasikan. Bisa juga dengan kunjungan pemeriksaan dan sebagainya. Kalau soal pembiayaan dari provinsi bisa menanganinya,” ujar Sayuti.

(jasmine/sumber: inews.id).