press enter to search

Jum'at, 18/01/2019 21:06 WIB

Kontingen SEA Games 2019 Harus Didominasi Atlet Muda

Redaksi | Selasa, 08/01/2019 12:45 WIB
Kontingen SEA Games 2019 Harus Didominasi Atlet Muda Menpora Imam Nahrowi. (ist)

JAKARTA (aksi.id) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi minta Kontingen Merah Putih untuk SEA Games 2019 di Manila, Filipina harus didominasi atlet muda.

Imam menegaskan itu usai memberikan arahan bersama para pimpinan KONI, KOI, dan sejumlah induk-induk cabang olahraga (PB/PP) di kantornya, Senin (7/1).

Dalam pertemuan yang membahas persiapan Pelatnas dan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional tersebut, sebanyak 60 persen anggota kontingen Merah-Putih bakal diisi para atlet junior. Sementara 40 persen sisanya atlet senior.

Komposisi sebenarnya sempat dilontarkan Imam pada 2018 lalu dan menuai pro dan kontra. Namun Imam tetap pada pendiriannya dan tidak akan mengubah komposisi tersebut.

“Karena ini untuk memberikan suasana keunggulan dan kompetisi yang lebih baik lagi bagi atlet junior. SEA Games tidak lagi menjadi patokan bagi Indonesia untuk juara atau menempati peringkat. SEA Games adalah batu loncatan bagi atlet menuju Asian Games dan Olimpiade,” jelas Imam

Menanggapi alasan para atlet muda yang harus mendominasi kontingen Merah-Putih pada SEA Games yang akan digelar di Manila, Filipina pada 30 November – 10 Desember 2019 tersebut.

Meski demikian, Imam tidak akan memberikan sanksi kepada induk-induk cabor yang tidak menjalankan anjuran Kemenpora, terkait dominasi para atlet muda di SEA Games 2019 mendatang.

“Yang terpenting, bagaimana pelatnas segera berjalan. Saya minta Komite Olimpiade Indonesia untuk melakukan klasifikasi itu. Setelah penetapan Surat Keputusan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional akan diketahui tingkatan atlet internasional, atlet regional, dan atlet nasional, karena ada catatan mereka meraih gelar juara di mana,” ujar Imam.

Imam juga memiliki pertimbangan agar atlet dan cabor bisa berfokus mencari poin ke Olimpiade 2020 Tokyo. Alasannya, pengumpulan poin ke Tokyo sudah dimulai tahun ini.

Lagipula, anggaran pelatnas tahun ini menurun ketimbang tahun lalu. Jika tahun lalu APBN menyiapkan dana Rp 735 miliar kini menjadi Rp 500 miliar. Namun Imam berharap anggaran itu juga bisa difokuskan untuk membiayai nomor-nomor pertandingan potensial medali pada Olimpiade 2020.

Menurut dia, hingga saat ini baru 30 persen cabor yang mengajukan proposal untuk agenda tahun 2019. Dia meminta agar induk-induk cabor bisa segera menyusun dan menyerahkan proposal.

“Kita harus melihat proposal yang diajukan terlebih dahulu sebelum mencairakan anggaran. Ini akan menjadi kesempatan untuk nomor-nomor unggulan Indonesia menuju Olimpiade, karena terbiayai dengan baik dan dapat mengikuti sejumlah ujicoba ke luar negeri,” tuntasnya. (P/ds)

Artikel Terkait :

-