press enter to search

Kamis, 27/06/2019 04:53 WIB

Mantap! Pelita Samudera Shipping Beli 2 Kapal Seharga 9,7 Juta Dolar AS

| Selasa, 08/01/2019 19:53 WIB
Mantap! Pelita Samudera Shipping Beli 2 Kapal Seharga 9,7 Juta Dolar AS Maskapai pelayaran PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengumumkan penandatanganan dua Perjanjian Jual dan Beli (SPA) untuk 1 unit kapal induk kelas Handysize dan 1 unit kapal tunda.

JAKARTA (aksi.id) - Maskapai pelayaran PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengumumkan penandatanganan dua  Perjanjian Jual dan Beli (SPA) untuk 1 unit kapal induk kelas Handysize dan 1 unit kapal tunda.

PSSI telah melakukan serah terima kedua unit tersebut di akhir 2018. Dengan demikian, perseroan memiliki total armada 80 unit, terdiri dari 38 unit kapal tunda, 37 unit tongkang, 3 unit fasilitas muatan apung dan 2 unit kapal induk (MV) kelas Handysize.

Penambahan armada ini untuk melayani basis pelanggan yang lebih besar dan menggarap potensi pasar logistik yang baru di Indonesia.

"Seluruh investasi di tahun 2018 dibiayai internal," kata Sekretaris Perusahaan Pelita Samudera Shipping Imelda Agustina Kiagoes dalam pernyataannya, Selasa (8/1/2019). 

Imelda menuturkan, perseroan berinvestasi sekitar 9,7 juta dollar AS untuk 1 unit MV Handysize dan menamakan MV baru ini “Dewi Ambarwati”.

Adapun penambahan 1 unit kapal tunda yang diberi nama “JKW Mahakam VII” untuk menambah kekurangan kapal. Ini seiring dengan tingginya permintaan pengangkutan batu bara.

Sebagai catatan, perseroan menghabiskan sekitar 9,6 juta dollar AS untuk belanja modal hingga September 2018 termasuk dry docks. Sehingga, tambahan unit MV dan kapal tunda ini akan mengangkat belanja modal secara year-to-date (ytd) menjadi sekitar 19,8 juta dollar AS dari sekitar 15,7 juta dollar AS di tahun 2017.

Perseroan berencana menganggarkan 40 juta-50 juta dollar AS untuk belanja modal di 2019. Ini terutama untuk pembelian kapal tunda dan tongkang dan kapal induk, tergantung perkembangan dan kondisi pasar.

KAPAL KARGO

Sebelumnya PT Pelita Samudera Shipping menambah satu unit kapal kargo. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Pelita Samudera pada 11 Desember 2018 telah meneken akta perjanjian jual beli dengan Gratitude Navigation Co Pte Ltd of Singapore.

KEUANGAN LEBIH CEMERLANG

Perusahaan pelayaran ini mencatatkan kinerja keuangan yang lebih cemerlang di kuartal I 2018.

Berdasarkan siaran pers Selasa (31/7/2018), penjualan dan pendapatan usaha PSSI juga naik 56% menjadi US$ 31,1 juta pada enam bulan pertama tahun ini dari US$ 19,8 juta pada periode yang sama di tahun 2017.

Peningkatan tersebut karena ditopang oleh volume pengangkutan batubara dari kapal tunda dan tongkang yang naik sebesar 52% dari 4,1 juta metrik ton di kuartal I 2017 menjadi 6,2 juta metrik ton di kuartal I 2018. Kenaikan ini berkontribusi terhadap naiknya pendapatan usaha sebesar 68% year on year.

Segmen pemindah muatan batubara dari Floating Loading Facility juga ikut naik sebesar 38% dari 8,2 juta metrik ton di kuartal I 2017 menjadi 11,4 juta metrik ton di kuartal I 2018 yang berkontribusi terhadap naiknya pendapatan usaha sebesar 31% year on year.

Seiring dengan meningkatnya volume pengangkutan, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan yaitu sebesar 28% dari US$ 16,9 juta di kuartal I 2017 menjadi US$ 21,7 juta di kuartal I tahun ini.

Perushaaan juga berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 4 juta di kuartal I 2018 atau naik sebesar 1.823% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 208.000.

Total aset juga mencapai US$ 103 juta pada Juni 2018 atau naik 0,1% dari US$ 102 juta pada akhir tahun lalu. Total ekuitas tumbuh 4% di kuartal I 2018 sebesar US$ 63,4 juta dari US$ 61,2 juta di Desember 2017.

Menurut Sekretaris Perusahaan PSSI Imelda Agustina Kiagoes, PSSI menambah aset dengan melakukan pembelian armada kapal-kapal di dua tahun terakhir dengan harga beli yang cukup wajar seiring dengan harga batubara yang mulai stabil sehingga kebutuhan logistik pengangkutan batubara semakin naik.

"Harga batubara yang semakin stabil di tahun 2018 berkontribusi pada kinerja positif perseroan yang mengawali tahun ini dengan penandatanganan kontrak-kontrak besar dengan pelaku penambang batubara utama di Indonesia, termasuk untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga batubara," jelasnya dalam siaran pers.

Imelda bilang keunggulan operasional yang selalu menjadi andalan utama PSSI sejak beberapa tahun terakhir adalah dengan melakukan efisiensi berkelanjutan dalam monitor yang ketat di penggunaan bahan bakar maupun minyak diesel serta pengeluaran biaya teknis kapal serta perbaikan dan pemeliharaan kapal.

"Pengetatan biaya operasional ini dengan tidak mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Di mana pemeliharaan kapal dilakukan secara terjadwal sesuai peraturan badan sertifikasi demi menjaga kelayakan laut kondisi kapal," imbuhnya.

(jasmine/sumber: kompas.com dan kontan.co.is).