press enter to search

Kamis, 27/06/2019 05:23 WIB

Pemerintah Alokasikan Subsidi Rp6 Triliun untuk Sambungan Listrik Gratis 450 VA

| Rabu, 09/01/2019 23:28 WIB
Pemerintah Alokasikan Subsidi Rp6 Triliun untuk Sambungan Listrik Gratis 450 VA "Ada alokasi APBN untuk sambungan gratis, sekitar Rp6 triliun untuk tahun 2019," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan

JAKARTA (aksi.id) - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memberi sambungan listrik gratis ke masyarakat.

Subsidi sambungan listrik gratis tersebut hanya berlaku bagi rumah tangga yang tak mampu atau golongan tarif listrik 450 Volt Ampere (VA).

"Ada alokasi APBN untuk sambungan gratis, sekitar Rp6 triliun untuk tahun 2019," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan melalui keterangan resmi, Rabu (9/1/2019).

Menurut dia, sebetulnya rumah tangga dengan tarif listrik 450 VA mampu membayar penggunaan atau langganan listrik. Namun, untuk penyambungan atau pemasangan, mereka kerap terkendala biaya.

"Kalau langganannya pasti bisa. Sekitar Rp15 ribu, tapi kalau pasang itu sekitar Rp500 ribu. Pemerintah kabupaten, pemerintah kota, dan pemerintah provinsi yang membantu," imbuh Jonan.

Caranya, ia melanjutkan pemkab, pemkot, dan pemprob akan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memberikan sambungan listrik gratis bagi masyarakat yang tidak mampu di wilayahnya.

Ia mencontohkan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, diketahui memiliki 2.100 rumah tangga yang tidak mampu melakukan penyambungan listrik. Padahal, jaringan distribusi PT PLN (Persero) telah tersedia.

"Saya mengimbau, terutama yang di Jawa dan provinsi-provinsi besar, juga kabupaten yang APBD-nya triliunan, menyisihkan sebagian untuk memberikan sambungan listrik gratis kepada masyarakat, sehingga bisa menikmati listrik," jelasnya.

Dengan membantu biaya sambungan listrik, daerah bisa berkontribusi terhadap upaya peningkatan rasio elektrifikasi nasional.

Hingga akhir tahun 2018, rasio elektifikasi nasional adalah 98,3 persen atau lebih tinggi dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2019 yang sebesar 97,5 persen. Tahun ini, pemerintah dan PLN menargetkan rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,9 persen.

Di samping membantu biaya penyambungan listrik, pemerintah dan PLN juga terus melanjutkan pembangunan jaringan transmisi, distribusi, terutama untuk wilayah yang belum terlayani listrik. 

"Yang lain adalah dengan pemasangan home solar system di daerah-daerah yang sulit, yang terisolir atau terpencil, supaya rasio elektifikasinya tercapai," tandas Jonan. 

Sebagai catatan, pada awal Agustus 2018 lalu, Jonan menyebut terdapat 2,1 juta Kepala Keluarga yang tidak mampu menyambung listrik.

((Fahri/sumbwr: cnnindonesia.com)