press enter to search

Kamis, 21/03/2019 22:35 WIB

YLKI: Bagasi Berbayar Kenaikan Tarif Terselubung

Redaksi | Jum'at, 11/01/2019 11:41 WIB
YLKI: Bagasi Berbayar Kenaikan Tarif Terselubung Ilustrasi. (ist)

JAKARTA (aksi.id)  - Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai langkah maskapai penerbangan menerapkan kebijakan bagasi berbayar merupakan siasat dan sama dengan menaikkan tarif terselubung.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi menyebut, setidaknya ada dua maskapai yang akan menerapkan kebijakan bagasi berbayar yaitu Lion Air Group dan Citilink.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah memberikan lampu hijau meskipun harus melakukan sosialisasi selama dua minggu.

Menurut Tulus, kebijakan bagasi berbayar atau tidak lagi gratis yang dilakukan maskapai dan disetujui Kemenhub bukan persoalan sosialisasi, melainkan ada hak-hak konsumen yang berpotensi dilanggar.

Pasalnya, pengenaan bagasi berbayar membuat biaya transportasi pesawat naik.

"Dengan demikian, bagasi berbayar adalah kenaikan tarif pesawat secara terselubung. Pengenaan bagasi berbayar berpotensi melanggar ketentuan batas atas atas tarif pesawat," kata Tulus, Jumat (11/1/2019).

Dia menilai, Kemenhub seharusnya bukan hanya meminta maskapai untuk menunda kebijakan tersebut, namun juga mengatur standar harga bagasi sekaligus mengawasi pelaksanaan kebijakan bagasi berbayar tersebut.

Jika tidak diawasi, kata Tulus, kebijakan ini bisa membuat maskapai berperilaku semena-mena.

Hal ini karena kebijakan tersebut bisa menyundul tarif batas batas, bahkan bisa masuk dalam kategori tarif maskapai yang menerapkan full service policy seperti Garuda Indonesia dan Batik Air.

"Sementara service yang diberikan Lion Air dan nantinya Citilink masih berbasis Low Cost Carrier (LCC). Ini jelas tindakan tidak adil bagi konsumen," ujar dia. (ds/sumber: iNews.id)