press enter to search

Jum'at, 22/03/2019 21:32 WIB

David Ben Gurion, Arsitek di Balik Pembersihan Etnis Palestina

Redaksi | Jum'at, 11/01/2019 12:53 WIB
David Ben Gurion, Arsitek di Balik Pembersihan Etnis Palestina David Ben Gurion. (ist)

PALESTINA (aksi.id) - Pada 10 Maret 1948, sekelompok pemimpin Zionis Yahudi dan para komandan tentara mengumumkan operasi militer yang menjadi cetak biru pengusiran paksa warga Palestina dari tanah mereka hingga sekarang.

Operasi dengan nama Rencana Dalet atau Rencana D itu merumuskan sejumlah strategi sistematis pengusiran orang Palestina dari desa-desa tempat mereka tinggal.

Strategi itu di antaranya `mengepung dan membombardir desa-desa dan pemukiman orang Palestina, membumihanguskan rumah, harta benda milik orang Palestina serta memasang ranjau di puing-puing reruntuhan untuk mencegah warga Palestina kembali ke desanya`.

Menurut sejarawan Israel Ilan Pappe, Rencana Dalet adalah cikal bakal dari apa yang disebut `Sang Penasihat`, kelompok terdiri dari 11 orang yang mulai Desember 1947 menggelar pertemuan rutin setiap pekan untuk membahas rencana pengusiran orang Palestina.

Dikutip dari laman Aljazeera, kampanye pembersihan etnis ini yang berlanjut hingga Maret 1949 menyebabkan sekitar 750 ribu orang Palestina terusir dari tanah mereka dan 531 desa mereka musnah. Seluruh orang Arab di 11 kota juga terusir dan nama-nama kota itu diganti dengan nama Yahudi.

Siapa saja orang-orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Rencana Dalet itu?

David Ben-Gurion
Pemimpin dari komunitas Yishuv (penduduk Yahudi di Palestina sebelum 1948). Ben-Gurion lahir dan tumbuh di Polandia. Dia adalah otak dari Rencana Dalet. Dia merancang operasi militer dan menentukan warga Palestina di daerah mana yang menjadi target pengusiran. Dia kemudian menjadi perdana menteri pertama Israel.

Yigael Yadin
Pria ini menjadi kepala staf Komando Tinggi Haganah. Yadin adalah tangan kanan Ben-Gurion yang menjadi operator pelaksana operasi militer. Dia menjadi wakil panglima pada November 1949. Komando Tinggi Haganah kemudian menjadi pusat komando militer Israel.

Yitzhak Sadeh
Panglima Haganah. Sebelum ditunjuk menjadi panglima, Sadeh adalah kepala komandan dari pasukan elit Haganah yang memerintahkan penyerangan terhadap pasukan Inggris. Sejak Desember 1948 hingga Januari 1949 dia berperan dalam Operasi Horev, penyerangan terhadap pasukan Mesir di sebelah barat Negev.

Dia mendirikan brigade pertama di kemiliteran Israel yang bertanggung jawab atas pengambilalihan Bandara Lod.

Yigal Allon
Komandan Palmach. Dia menjadi pemimpin dari brigade Palmach pertama dan ketiga di sebelah utara Israel, terutama di kawasan barat laut Galilee.

Dia memimpin Operasi Yiftah untuk menguasai kota strategis Safad di Galilee. Operasi itu dilakukan pada 20 April 1948. Pasukannya menghancurkan dan mengambil alih semua pos militer yang ditinggalkan pasukan Inggris. Safad berhasil dikuasai pada 11 Mei 1948.

Moshe Dayan
Komandan Haganah. Dayan terpilih menjadi kepala Departemen Urusan Arab di Haganah pada 1947. Dia bertugas merekrut intel dan mengumpulkan informasi tentang pasukan Arab di Palestina.

Sebagai komandan di Haganah dia mengawasi pembersihan etnis di al-Lydd pada Juni 1948. Di bulan yang sama dia menjadi komandan militer wilayah Yahudi di Yerusalem.

Yosef Weitz
Otak dari Komite Peralihan Pertama dan Kedua. Menurut Pappe, Weitz adalah orang yang sangat terlibat dalam praktik pembersihan etnis orang Palestina. Dia selalu mencatat dan mencari lokasi-lokasi desa orang Palestina.

Ezra Danin
Kepala Departemen Urusan Arab Haganah. Danin adalah sosok kelahiran Suriah yang menurut Pappe, memainkan peranan penting dalam pembersihan etnis orang Palestina.

Dia fasih berbahasa Arab dan dia diajak bergabung ke badan intelijen untuk mengawasi kinerja Yahudi Arab dan orang Arab lokal yang menjadi mata-mata bagi Haganah.

Dia juga orang yang bertanggung jawab soal arsip desa Palestina, termasuk informasi soal berapa luas tanah per keluarga Palestina.

Yehoshua Palmon
Palmon memimpin operasi pendudukan di wilayah desa dan kota Palestina, termasuk memisahkan para laki-laki Palestina berusia 10 hingga 50 tahun, menginterogasi warga desa dan mengeksekusinya.

Dia kemudian menjadi penasihat urusan Arab untuk Ben-Gurion dari 1949 hingga 1955.

Eliyahu Sasson
Anggota intelijen Yahudi. Sasson, seorang berdarah Yahudi Suriah adalah kepala departemen Arab di Lembaga Yahudi antara 1933 dan 1948. Dia juga adalah anggota dari Komite Peralihan yang memfasilitasi pengusiran orang Palestina dari desa dan kota mereka.

Gad Machnes
Anggota departemen Arab Haganah. Machnes sangat terlibat dalam perumusan aturan pemerintah Israel dalam urusan harta benda orang Arab yang ditinggalkan.

Yohanan Ratner
Penasihat militer Ben-Gurion. Dia dalah arsitek sekaligus anggota Komando Tinggi Haganah. (ds/dari berbagai sumber/medeka.com)

Keyword Etnis Palestina

Artikel Terkait :

-