press enter to search

Kamis, 21/03/2019 23:11 WIB

Pertemuan Kedua Trump dan Kim Direncanakan di Singapura

Redaksi | Jum'at, 11/01/2019 14:48 WIB
Pertemuan Kedua Trump dan Kim Direncanakan di Singapura Ilustrasi. (ist)

SEOUL (aksi.id) -  Pertemuan kedua Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un direncakan digelar tahun ini. Lokasinya di tempat yang dianggap netral.

Pertemuan pertama mereka digelar di Singapura pada 12 Juni 2018, setelah melalui pertimbangan matang.

Kini lokasi pertemuan kedua Trump dan Kim kembali menjadi pembicaraan, apakah kembali digelar di Singapura karena dianggap sudah lebih siap atau ada lokasi lain.

Seorang pejabat kementerian luar negeri Korea Selatan (Korsel) mengatakan, lokasi-lokasi yang kemungkinan menjadi tuan rumah pertemuan dua pemimpin besar itu sebebarnya sudah terendus oleh media, yakni Singapura, Vietnam, dan Hawaii di AS.

Namun, kemungkinan Hawaii untuk dipilih kecil karena Korut tak memiliki perwakilan.

"Adalah yang disebutkan oleh media termasuk Vietnam, Singapura dan Hawaii. Tetapi Hawaii disebut tidak realistis karena di sana tidak ada perwakilan Korea Utara," kata pejabat lainnya, dikutip dari Korea Herald, Jumat (11/1/2019).

Pada Kamis lalu, Presiden Korsel Moon Jae In mengatakan, pertemuan Trump dan Kim akan berlangsung dalam waktu dekat.

Beberapa hari sebelumnya, Trump juga mengatakan, AS sedang menegosiasikan sebuah lokasi. Dia berharap pertemuan akan berlangsung pada Januari atau Februari.

Soal pemilihan Vietnam, negara itu dianggap paling berpotensi karena lokasinya berada dalam jarak terbang pesawat pemimpin Korut, Chammae-1, yang memiliki daya jelajah 7.000 kilometer. Ini juga sesuai dengan pernyataan Trump bahwa lokasi pertemuan itu berada dalam jangkauan pesawat.

Selain itu, Korut juga memiliki kedutaan besar di Vietnam, sehingga diplomat di sana bisa membantu mempersiapkan pertemuan. Terlebih lagi, Vietnam juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah.

Sementara itu, CNN melaporkan, tim dari Gedung Putih telah mengunjungi Bangkok dan Hanoi untuk mengkaji apakah lokasi-lokasi tersebut cocok atau tidak. (ds/sumber: iNews.id)




Artikel Terkait :

-