press enter to search

Jum'at, 18/01/2019 20:33 WIB

Angkut 111 Penumpang & Kru, KMP Sangke Palangga Kandas Setelah Tabrak Karang

Redaksi | Jum'at, 11/01/2019 16:49 WIB
Angkut 111 Penumpang & Kru, KMP Sangke Palangga Kandas Setelah Tabrak Karang Suasana saat evakuasi penumpang KMP Sangke Palangga di Pelabuhan Marapokot Mbay Kabupaten Nagekeo, Jumat (11/1/2019) - pos-kupang.com

KUPANG (aksi.id) – KM Sangke Palangga POB 50 berpenumpang 83 penumpang karam di Pulau Pasir, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/1/2019).

Kapal feri itu menabrak karang di Pulau Rita tepatnya di Taka Pandu sekitar 5 mil dari Pelabuhan Marapokot Mbay Kabupaten Nagekeo.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 Wita, saat berlayar dari Pelabuhan Jampea, Makasar menuju Marapokot Mbay.

KMP Feri Sangke Panggala berlayar dari Bira Rabu (9/1/2019) tiba di Pelabuhan Jampea Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 14.00 Wita. Dari pelabuhan Jampea lanjut menuju Pelabuhan Marapokot Mbay sekitar pukul 17.00 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Kabupaten Sikka, I Putu Sudayana mengatakan, kapal tersebut karam pada koordinat 08 26 6.84 S 121 17 49.62 E, di Pulau Pasir, Kabupaten Nagekeo, sekitar pukul 08.45 Wita.

“Kapal itu menampung 83 penumpang dan 28 anak buah kapal (ABK) yang terdiri dari 72 penumpang dewasa dan 11 anak-anak,” ujar Putu di Kupang.

Dia menjelaskan, saat kejadian, kondisi ketinggian gelombang 0,5 meter dengan kecepatan angin 20 knot. Kondisi mesin dan peralatan navigasi kapal tersebut juga dalam keadaan baik. Saat ini seluruh penumpang dan awak kapal sudah berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Marapokot dalam kondisi selamat.

“Sekitar pukul 9.45 Wita tadi Tim SAR gabungan sudah berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dan diketahui semua dalam keadaan aman dan selamat,” katanya.

Suasana saat evakuasi penumpang KMP Sangke Palangga di Pelabuhan Marapokot Mbay Kabupaten Nagekeo, Jumat (11/1/2019) (pos-kupang.com)

 

Dia mengimbau kepada perusahaan pelayaran maupun masyarakat nelayan setempat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca saat hendak berlayar. Hal ini untuk mengantisipasi kapal karam atau mengalami kecelakaan saat di laut.

“Silakan memperbaharui informasi atau data cuaca dari pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kemudian yang terpenting juga persiapkan alat komunikasi dan keselamatan kapal,” paparnya.

PENGAKUAN PENUMPANG

"Kemarin dulu kami dari Pelabuhan Bira Makasar Rabu (9/1/2019) tiba di Jampea Kamis (10/1/2019) sekitar jam 14.00 Wita. Tolak dari Pelabuhan Jampea itu Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 17. 00 Wita menuju Marapokot Mbay," ujar Bertolomeus Gale (46), salah seorang penumlang setelah dievakuasi.

Tiba jam 03.30 Wita di Takapandu Pulau Ritaa dan terjadilah insiden ini," ujar Bertolomeus, kepada POS KUPANG.COM di terminal Pelabuhan Marapokot Mbay, Jumat (11/1/2019).

Bertolomeus mengaku dirinya mendengar bunyi yang sangat keras dari bawa Kapal. Ia menduga ada sesuatu yang tidak beres sehingga ia bergegas melihat kondisi disekelilingnya.

"Saya dengar ada bunyi praak, bunyi keras sekali, habis ni, ternyata benar Kapal menabrak karang di Taka Pandu," ujarnya.

Ia mengaku dalam kapal ada beberapa kendaraan roda dua termasuk sepeda motor miliknya serta barang lainnya.

"Saya punya motor Vixion masih dalam Kapal tadi. Kami dengar itu mereka mengantuk. Tunggu alarm mereka ABK baru bangun. Mereka tidur saja kami lihat," ujar Bertolomeus.

Ia mengaku akan menunggu evakuasi kapal dari Takapandu untuk mengambil barang-barang dan sepeda motor miliknya.

Penumpang lainnya, Paulinus Nango (22) mengatakan, dirinya datang berlibur di kampung halamannya di Soa. Saat ini dirinya sedang cuti kerja. Ia bekerja di Poso dan datang berlibur mengunjungi keluarga.

"Saya ada barang-barang juga. Bersyukur tidak apa-apa. Kami semua kaget, masa tidak bisa lihat karang," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Paulus ini mengaku senang tim SAR Gabungan dari Mbay bergegas cepat mengevakuasi penumpang.

"Barang semua masih berada didalam Kapal. Kami semua aman dan selamat," ujarnya.

Penumpang lainnya, Montianus Badi (28) mengaku dirinya memiliki beberapa kardus barang.

Ia mengaku tidak ada firasat buruk saat dalam Kapal tersebut karena cuaca sangat kondusif dan aman.

"Saya bawa satu buah sepeda motor. Kawasaki KLX. Ada titipan dari orang lain juga, ada lemari, parabola tv dalam dos semua," ujarnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada tim SAR Kabupaten Nagekeo yang bergegas cepat mengevakuasi penumpang Kapal Sangke Panggala.

Kapolsek Aesesa, AKP Ahmad, SH kepada wartawan di Pelabuhan Marapokot Mbay mengatakan, ketika mendapatkan informasi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan beberapa stakeholder untuk mengevakuasi penumpang.

(ds/sumber: iNews.idbdan tribunnews.com).