press enter to search

Jum'at, 22/03/2019 21:24 WIB

Dialog Cawapres Sandi dan Petani Tebu: Berantas Mafia Pangan

Redaksi | Sabtu, 12/01/2019 10:33 WIB
Dialog Cawapres Sandi dan Petani Tebu: Berantas Mafia Pangan Cawapres Sandi di Blora, Jateng. (ist)

BLORA (aksi.id) - Cawapres Sandiaga Uno bedialog dengan warga di Villa Desa Soko, Jepon, Blora, Jawa Tengah. Salah satu petani tebu Anton Sudibyo minta Sandi membuat undang-undang pangan agar tak dikendalikan mafia yang selalu berorientasi impor dan mematikan petani.

Anton juga meminta ada moratorium impor gula termasuk meminta pencabutan kartu tani yang lebih banyak merugikan.

"Petani tebu bisa mati dengan mata mendelik, Pak, kalau impor gula terus dilakukan. Mumpung ada Pak Sandi, saya juga minta pencabutan kartu tani, tambah kuota pupuk bersubsidi dan harga giling tebu di tahun depan dengan sistim beli putus seharga 70 ribu rupiah per kwintal," papar Anton.

Sandiaga mengaku sudah menandatangani kontrak politik dengan para petani Tebu di Lumajang. Salah satunya isinya menghentikan impor dan memberantas mafia pangan. Sandi geram dengan kebijakan impor selama ini.

"Dalam berbagai kesempatan saya selalu mengatakan setop impor pangan saat petani panen. Pelemahan ekonomi juga akibat impor yang menggila. Seolah Indonesia tidak punya sumber daya alam dan sumber daya manusia," ucapnya."Petani, nelayan mengeluhkan soal impor ini. Keluhan yang sama terus saya peroleh dari seribu titik lebih yang saya datangi di seluruh pelosok Indonesia," jelas Sandi.

Jika terpilih, Sandiaga bersama Prabowo Subianto berjanji menjadi pelayan rakyat dan bakal menyetop impor dan utang.

"Termasuk memberantas mafia pangan dan impor, dan memenuhi harapan Pak Anton dan seh petani dan rakyat Indonesia," janji Sandi. (ds/sumber merdeka.com/iNews.id)

Keyword Cawapres Sandi