press enter to search

Jum'at, 18/01/2019 20:41 WIB

DP Kredit Motor & Mobil 0 Persen, Ini Komentar Perusahaan Leasing

| Sabtu, 12/01/2019 13:08 WIB
DP Kredit Motor & Mobil 0 Persen, Ini Komentar Perusahaan Leasing

JAKARTA (aksi.id) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja mengeluarkan aturan POJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang multifinance yang salah satunya membolehkan muka alias DP [Down Payment] 0% di multifinance.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso secara implisit menyatakan, peraturan OJK (POJK) mengenai dibolehkannya penyaluran kredit kendaraan tanpa uang muka (down payment/DP) merupakan pancingan supaya perusahaan pembiayaan (multifinance) menyehatkan tingkat non performing financial (NPF). Pasalnya, hanya perusahaan pembiayaan yang NPF-nya kurang dari 1% saja yang boleh menyalurkan kredit DP 0%.

"Itu kan sangat selected. Itu yang betul-betul tingkat kesehatannya sehat. Dan NPF-nya harus di bawah 1%. Artinya, kita itu memancing tolong loh NPF-mu itu diturunin dan kamu kesehatannya [harus] bagus sehingga kamu bisa memberikan DP 0%," kata Wimboh seusai acara pertemuan tahunan lembaga jasa keuangan di Ritz Carlton kemarin, Jumat (11/1/2019).

Lebih dari itu, Wimboh menjelaskan, POJK tersebut diterbitkan guna mendorong pertumbuhan kredit sehingga semua pelaku ekonomi tetap berjalan. Di tengah penduduk yang semakin banyak, lanjut Wimboh, angkatan kerja semakin banyak sehingga penduduk butuh pekerjaan.

Dalam penerapannya, kredit produksi dan kredit konsumer pun akan tetap dijaga seimbang. "Harus balance. artinya kredit produksi , memproduksi itu harus ada yang beli. Tidak bisa produksi semua, jadi antaraproduksi konsumsi ekspor dan ekspor harus sejajar," imbuhnya.

Perusahaan multifinance pun seharusnya tidak perlu takut penyaluran kredit dengan DP 0% berpotensi menjadi kredit macet. Menurutnya, risk management perusahaan harus diperbaiki agar risiko tidak signifikan.

"Risk managementnya harus bagus. ya pertama kalau tadi lembaganya sehat dan juga NPF-nya kurang 1% ruang dia masih besar. Sehingga ini bukan berarti harus," ungkapnya.

Namun demikian, Wimboh tidak menjelaskan seberapa besar potensi penyaluran kredit DP 0% ini. Ia juga tidak menjelaskan seberapa banyak perusahaan multifinance yang memiliki NPF kurang dari 1%.

PERUSAHAAN LEASING GALAU

Namun bagi multifinance, aturan ini malah bikin galau. Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiranto mengatakan pembiayaan tanpa uang muka (DP) 0% bisa membahayakan bagi perusahaan multifinance bila tidak hati-hati dalam memberikan pembiayaan.

"Multifinance juga harus tetap menjaga kehati-hatian (prudential). Kalau gencar promo pembiayaan tanpa uang muka bisa kena ke NPF (rasio pembiayaan bermasalah), terlalu berisiko," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/1/2019).

Suwandi mengatakan aturan pembiayaan kendaraan bermotor tanpa uang muka sebenarnya bukan hal baru. Aturan mengenai ini pernah diterbitkan pada 2016 tetapi tidak banyak perusahaan yang menawarkan DP 0%.

"Tak banyak multifinance yang menawarkan DP 0%. Beberapa ada yang menawarkan tetapi biasanya sudah ada perjanjian dengan perusahaan tempat bekerja. Jadi jika ada apa-apa perusahaan ikut bertanggung jawab," jelasnya.

Presiden Direktur PT Wahana Ottomitra Multiartha Tak (WOMF) atau WOM Finance, Djaja Sutandar menilai, risiko kebijakan itu terlalu tinggi bila pembiayaan kendaraan harus diberikan dengan tanpa DP.

"Perubahan [aturan] DP menjadi 0% pun tidak membuat kami menjadi lebih agresif untuk salurkan [DP] 0% ya karena risiko kreditnya tinggi. Kalau risiko kreditnya seperti itu ya kami juga tidak mau sebenarnya," kata Djaja kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/1/2019).

Keyword Motor Leasing