press enter to search

Sabtu, 20/04/2019 23:39 WIB

Perjuangan Letkol Untung Pranoto, Dulu Preman Terminal Bisa Jadi Perwira TNI di Kopassus

Redaksi | Kamis, 07/02/2019 13:22 WIB
Perjuangan Letkol Untung Pranoto, Dulu Preman Terminal Bisa Jadi Perwira TNI di Kopassus Pasukan Kopassus. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Untung Pranoto dulu dikenal sebagai anak nakal, hobinya nongkrong di terminal bus. Gayanya pakai kaos singlet, rambut panjang dan sepatunya boots ala koboi.

Namun, masa depan mantan preman ini berubah setelah masuk sebagai anggota TNI. Untung masuk dalam satuan elite TNI di Angkatan Darat, Kopassus. Bahkan kariernya cemerlang dan menjadi seorang perwira TNI dengan pangkat Letkol.

Kisah Letkol Untung Pranoto itu tertulis dalam buku yang berjudul Kopassus Untuk Indonesia dalam bab `Pilihan Hidup: Jadi Bajingan atau Tentara`. Cerita awalnya, Untung bosan hidup di terminal bus dan menjadi preman, dia mencoba keberuntungannya menjadi anggota TNI.

Dengan kaos singlet dan rambut gondrongnya khas ala anak terminal dia mendaftar masuk TNI. Sayang keberuntungan belum berpihak padanya, dia terpaksa balik badan alias ditolak oleh petugas pendaftaran. Dia bisa mendaftar kembali dengan syarat potong rambut dan berpakaian dengan betul dan rapi.

Untung kembali mendaftar dengan penampilan baru lebih rapi dan sebelum mendaftar dia terlebih dahulu meminta doa restu kepada ibunya. Bermodal dua lembar ijazah (SD dan SMP), dia masuk mendaftar jadi TNI. Di dalam hatinya dia berkata, "Kalau saya tidak jadi tentara, saya akan jadi bajingan."

Doanya terkabul. Untung Pranoto akhirnya diterima jadi tentara. Awal masuk pangkatnya baru Prada. Walau setiap hari kerjanya hanya lari dengan topi baja, dia tetap bangga. Waktu berlalu perjalanannya di TNI akhirnya menjadikan Untung masuk sebagai anggota Kopassus.

Gaji menjadi Kopassus waktu itu juga tidak besar. Hanya sekitar Rp 75 ribu. Padahal waktu itu ia ingin menikah. Karena tabungan tak cukup, ia sempat tak bisa menikahi gadis pujaannya. Karena sang calon meminta mahar uang Rp 2 juta. Untung muda yang mendengar kaget. "Saya cari uang dua juta, tapi anak Bapak tidak akan saya kasih makan seumur hidup!". Untung lalu pergi dan kembali ke bertugas ke daerah operasi.

Karier Untung boleh dibilang cukup cemerlang. Ia mencatat sudah 17 kali naik pangkat. Saat ditanya apa modalnya, ia selalu menjawab "Tuhan sudah berbaik hati".

Sebagai perwira TNI, Untung bertugas mengurus tata tertib. Tugasnya menegur dan menyentil tentara yang tidak disiplin dan selalu berusaha memberikan nasihat kepada para juniornya untuk loyal kepada siapapun yang memimpin.

Kini anak terminal bus yang awalnya melamar pakai singlet dan rambut gondrong, Letkol Untung Pranoto dikenal sebagai sosok tentara yang memiliki loyalitas tinggi terhadap pekerjaannya di TNI dan dijadikan contoh oleh prajurit Kopassus. (ds/sumber merdeka.com)