press enter to search

Sabtu, 19/10/2019 08:44 WIB

Air Sungai Habis Tersedot ke Bawah Tanah di Sleman

Redaksi | Minggu, 10/02/2019 19:29 WIB
 Air Sungai Habis Tersedot ke Bawah Tanah di Sleman Sebuah alat berat mengeruk pasir di Kali Kuning di Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Aksi.id - Warga di sekitar Kali Kuning, Desa Sambirejo, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, dihebohkan dengan tersedotnya air sungai ke dalam tanah. Videonya pun dengan cepat tersebar di media sosial dan WhatsApp.

Yanto, seorang warga Desa Sambirejo yang ditemui mengatakan fenomena itu pertama kali diketahui pada Jumat (8/2) lalu. Namun fenomena itu bukan kali ini saja terjadi.

"Kalau lubang ini prosesnya sudah pernah dua kali terjadi. Ini (kejadian) jam 11.00 WIB siang dari hari Jumat (8/2). Hebohnya Sabtu (9/2) karena Jumat sore warga ngumpul-ngumpul cuma pada bingung dan saling menyalahkan. Padahal enggak perlu saling menyalahkan," kata Yanto di lokasi.

Yanto menambahkan, untuk mengatasi situasi tersebut, warga lantas menyumbat lubang dengan bambu dan karung. Namun tetap saja tidak bisa menahan derasnya aliran air.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Achmad Subhan, mengatakan, kejadian air sungai tersedot itu karena faktor alam akibat cuaca ekstrem.

Derasnya aliran air akibat hujan yang membawa material pasir itu menggerus dasar sungai menjadi sebuah lubang.

Lubang tersebut diketahui berukuran diameter 3 hingga 4 meter dengan kedalaman 2 meter.

"Ini memang akibat faktor alam ya. Jadi curah hujan tinggi pasir-pasir ikut larut jadi apapun yang ada di atas air kan tergerus. Lama-lama tergerus akhirnya ya kaya puting beliung semua masuk ke dalam (tanah)," katanya.

 

 
Sebuah alat berat mengeruk pasir di Kali Kuning di Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
 

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya telah menurunkan satu alat berat. Nantinya lubang tersebut akan dicor.

"Nanti kita cor, karena Minggu (10/2) pada libur kita mengamankan alur air dahulu. Supaya saat pengerjaan kering," ujarnya.

Subhan juga memastikan bahwa kontruksi bendungan dan jembatan yang ada di sekitar lokasi aman. Meski demikian pihaknya akan mengusahan proses pengecoran dipercepat agar fondasi jembatan tidak tergerus air yang bisa menyebabkan jembatan putus.

"Di bawah (lubang) kasih semacam memperlambat arus. Saya pikir ini meski sepele tapi kalau dibiarkan bahaya bawahnya. Makanya kita turunkan alat," tutupnya.

 
Seorang warga melihat alat berat mengeruk pasir di Kali Kuning, Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan.
 
(ny/Sumber Kumparan.com)