press enter to search

Sabtu, 17/08/2019 17:59 WIB

Bisnis Gibran dan Kaesang, Putra Jokowi Kian Menggurita dari Pisang Hingga Lele

Redaksi | Senin, 11/02/2019 11:02 WIB
Bisnis Gibran dan Kaesang, Putra Jokowi Kian Menggurita dari Pisang Hingga Lele Kaesang Pangarep dan Girban memberi kuliner Markobar kepada pengunjung saat launching outlet kuliner Sang Pisang dan Markobar di Cikini, Jakarta, Minggu (11/3). Kolaborasi tersebut diharapkan bisa menarik lebih banyak pembeli. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep melesat menjadi pebisnis handal mengikuti jejak sang ayah, Presiden Jokowi. Berbanding terbalik dengan Jokowi yang memilih dunia permebelan, Gibran dan Kaesang lebih mencintai dunia kuliner yang menurut mereka lebih menjanjikan.

Belum lama hal tersebut diakui oleh mantan Wali Kota Solo ini yang menyebut, omzet bisnis kuliner putra bungsunya telah melebihi keuntungan pabrik mebelnya yang telah berdiri sejak puluhan tahun.

"Saya ditunjukin (bisnis Kaesang). Omset, promosi berapa sih? Saya enggak pakai kalkulator hitung sendiri, lho kok pabrik saya yang besar itu kalah sama ini (pisang Kaesang)," kata Jokowi di Festival Terampil 2019 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Februari 2019 lalu.

Jokowi mengaku awalnya dirinya memang meremehkan bisnis pisang nuget goreng milik Kaesang. Namun, putra bungsunya tersebut berhasil memnbuktikan dengan memiliki 65 outlet yang tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air.

Sebelumnya, Jokowi sempat diprotes Kaesang lantaran menyebut jumlah outlet Sang Pisang miliknya, 54 cabang.

"Kini, dengan 54 cabang, Sang Pisang sudah mengalahkan pabrik saya. Anak muda punya peluang yang besar untuk mengembangkan apapun," jelas Jokowi di Twitter pada Minggu pagi (10/2/2019).

Berikut sejumlah bisnis Kaesang Pangarep yang kian menggurita:

Sang Pisang
Perang Kuliner Gibran Rakabuming vs Kaesang Pangarep

Di usianya yang terbilang muda, Kaesang Pangarep sukses menjadi pebisnis kuliner seperti kakaknya, Gibran Rakabuming Raka. Sejak diluncurkan Desember 2017, kini Sang Pisang telah memiliki 65 cabang yang tersebar di sejumlah daerah.

Sebenarnya apa motivasi Kaesang memilih bisnis kuliner? Mahasiswa Singapore Institute of Management University ini mengaku ingin membuka lapangan pekerjaan sebanyak mungkin.

Pria kelahiran 1994 ini pun sebelumnya mengakui bapaknya tidak pernah memberi modal dalam bentuk uang, hanya support.

"Bapak kan enggak selamanya jadi presiden. Dari dulu bapak pesan ke saya, jadi anak jangan merepotkan orangtua, harus berjuang sendiri. Bapak enggak pernah ngasih dukungan dalam bentuk uang, tapi saya selalu di-support," ungkap Kaesang seperti dilansir dari Batamnews.co.id.

Seakan tak mau kalah dengan Markobar dan bisnis catering milik sang kakak, Kaesang mencoba membuka peluang bisnis clothing. Dengan mengambil nama Sang Javas, pemuda kelahiran 1994 ini menyita perhatian kaum muda di media sosial.

Sang Javas dilaunching sebelum bisnis kuliner Sang Pisang merebak di pasaran, yakni pada 27 Agustus 2017.

Produksi Kaos
Dengan memilih tema Kecebong dalam desainnya, produk kaus ini menjadi perbincangan hangat warganet. Gambar kecebong layaknya potongan komik pada bagian depan kaos, menurut Kaesang terinspirasi dari perilaku masyarakat di media sosial.

Produksi pertama kaos ini adalah 1.000 potong. Dalam dua minggu kaos terjual sekitar 300 potong. Satu kaos dibanderol dengan harga Rp 150.000 tersedia dalam berbagai ukuran.

"Kenapa memilih kecebong sebagai tokohnya? Karena kalau nanti saya milih onta atau badak, gambarnya bisa kegedean. Makanya milih kecebong yang kecil-kecil aja," kelakar Kaesang di sela-sela peluncurun produk kaosnya di Car Free Day Solo, Minggu 27 Agustus 2017. (ds/sumber liputan6.com)

Artikel Terkait :

-