press enter to search

Rabu, 20/02/2019 02:21 WIB

Dirjen Polana Minta Manajemen Bandara Soetta Lakukan Edukasi Mengenai Keselamatan Penerbangan Pada Jamaah Umrah

Redaksi | Senin, 11/02/2019 15:26 WIB
Dirjen Polana Minta Manajemen Bandara Soetta Lakukan Edukasi Mengenai Keselamatan Penerbangan Pada Jamaah Umrah Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti dalam rampk check di Bandara Soetta, Minggu (10/2/2018).

IMG-20190211-WA0005

TANGERANG (aksi.id) – Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Polana  B. Pramesti meminta manajemen Bandara Cabang Soekarno-Hatta (Soetta) terus melakukan edukasi terhadap calon penumpang, khususnya calon jamaah Umrah dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Banyak jamaah Umrah terutama dari daerah banyak yang baru pertama ke bandara dan naik pesawat terbang. Mereka itu harus diberikan edukasi yang baik dan mudah dipahami, bagaimana menjaga  dan meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan,” pesan Dirjen Polana disela-sela rampk check di  Bandara Soetta, Minggu (10/2/2018).

Menurutnya, banyak jamaah Umrah yang datang bersama keluarganya dan ingin masuk ke ruang tunggu. Sementara,  menurut aturan keselamatan dan keamanan penerbangan dari ICAO hal itu tak boleh dilakukan.

“Kasus-kasus seperti ini harus diberikan edukasi yang baik. Sesuai aturan keselamatan penerbangan, mana yang boleh dan tak boleh dilakukan. Demikian juga barang-barang yang tak boleh dibawa masuk ke pesawat juga harus diberikan edukasi yang baik,” pesan Dirjen Polana.

Edukasi Jamaah Umrah

GM Bandara Soetta Suriawan Wakan mengaku siap dan akan berusaha maksimal untuk melakukan edukasi kepada calon penumpang pesawat, bukan hanya jamaah Umrah dan keluarganya tapi juga masyarakat lainnya.

“Masih banyak calon penumpang pesawat termasuk jamaah Umrah dan keluarganya belum tahu aturan mengenai keselamatan penerbangan,” kata Wakan menjawab BeritaTrans.com, Minggu (10/2/2019).

Dikatakan, mereka harus diberi tahu dan diedukasi dengan baik agar paham dan menaati aturan keselamatan penerbangan.

“Mengantar keluarga atau jamaah Umrah itu boleh, tapi ada batasan-batasannya,” aku alumni STPI ini.

Untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan penerbangan, Wakan pun mengajak semua pihak baik travel agen atau lainnya sama-sama memberikan edukasi kepada calon penumpang pesawat terutama jamaah Umrah.

“Jamaah Umrah harus terus dieduaksi dan ditingkatkan pemahamanan dan kesadarannya pada keselamatan dan keamanan penerbangan,” sebut Wakan.

“Ini aturan internatioal/ ICAO bukan hanya pihak Bandara Soetta. Mari bersama-sama kita wujudkan  tata kelola dan layanan bandara yang berkeselamatan,” tandas Wakan lagi.(helmi/ny)