press enter to search

Selasa, 21/05/2019 00:33 WIB

Gugur di Papua, Ibunda Ungkap Sertu Anumerta Yusdin Merupakan Tulang Punggung Keluarga, Biayai Sekolah 3 Adik

| Sabtu, 09/03/2019 02:32 WIB
Gugur di Papua, Ibunda Ungkap Sertu Anumerta Yusdin Merupakan Tulang Punggung Keluarga, Biayai Sekolah 3 Adik

LUWU (aksi.id) – Suasana duka menyelimuti keluarga Sertu Anumerta Yusdin di rumah orang tuanya Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (8/3/2019). 

Almarhum merupakan anggota Kopassus yang gugur dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019) pagi.

Sertu Anumerta Yusdin gugur bersama dua rekannya yakni, Serda Siswanto Bayu Aji asal Grobogan, Jawa Tengah.

Ibu korban, Enni tampak sangat terpukul dengan kematian anak kebanggaannya itu. Di mata keluarga, Sertu Anumerta Yusdin merupakan sosok yang sangat bertanggung jawab sejak namanya tercatat sebagai anggota Kopassus. Almarhum bahkan menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai sekolah ketiga adik-adiknya.

Tak hanya itu, selama hidupnya korban juga dikenal sebagai tokoh yang menjadi insprasi bagi anak-anak di desanya. 

Enni mengatakan, almarhum Yusdin merupakan kebanggaan keluarga karena berhasil mengangkat derajat keluarga setelah menjadi bagian dari Kopassus yang namanya disegani di dunia. “Dia (Yusdin) pertama tugas di Ambon. Dia anaknya baik,” ucapnya.

Meski sedih, Enni merasa bangga karena anaknya rela mempertaruhkan nyawanya demi bangsa Indonesia.

Enni mengaku sebelum diterjunkan untuk melawan KKB, anaknya sempat berjanji akan melunasi utang-uutang keluarganya.

Sementara itu, jelang kedatangan jenazah Sertu Anumerta Yusdin, satu per satu keluarga dari berbagai daerah terus berdatangan ke rumah orang tua korban. Mereka mulai bersiap-siap menyambut kedatangan jenazah.

Selain keluarga, sejumlah warga juga tampak mulai berdatangan di rumah duka untuk menyambut sekaligus menyampaikan bela sungkawa sebagai penyemangat keluarga yang ditinggalkan.

Sebelumnya diberitakan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Nanggala dilaporkan gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019).

Sementara itu, data yang dihimpun terungkap tiga prajurit yang gugur dalam kontak tembak dengan KKB adalah Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto.

Dalam kontak senjata tersebut dilaporkan sembilan KKB tewas dan lima pucuk senjata api berhasil diamankan Satgas Nanggala.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yoshua Sembiring membenarkan terjadinya kontak tembak yang menyebabkan tiga prajurit gugur.

"Memang benar ada laporan tentang kontak tembak, namun perkembangannya sejauh mana belum. Silakan hubungi Kapendam karena saat ini (saya) sedang berada di luar Papua," kata Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Sembiring.

Ditanya tentang adanya laporan sembilan KKB tewas dan lima pucuk senjata api yang dibawa KKB berhasil diamankan, Sembiring membenarkan, namun untuk lebih lengkap silakan ke Kapendam.

(jasmine/sumber: inews.id).

Keyword Nduga Kopassus