press enter to search

Senin, 20/05/2019 23:24 WIB

Jelang Pencoblosan, Banyak Caleg Ziarah ke Makam Ki Marogan

Redaksi | Sabtu, 09/03/2019 15:39 WIB
Jelang Pencoblosan, Banyak Caleg Ziarah ke Makam Ki Marogan Caleg yang ziarah ke Makam Ki Marogan meminta didoakan menang Pemilu 2019. (ist)

PALEMBANG (Aksi.id) - Caleg Pemilu 2019 banyak yang mendatangi (ziarah) ke makam ulama besar Kota Palembang, Ki Marogan di Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan. Jumlah tersebut terus meningkat menjelang pencoblosan yang akan berlangsung pada 17 April 2019.

Penjaga makam Ki Marogan, Ismail mengatakan para caleg kerap datang berziarah ke makam tersebut sendirian maupun bersama rombongan.

"Sering datangnya rombongan, mendekati hari pelaksanaan Pemilu ini semakin banyak yang datang," ujar Ismail, Sabtu (9/3/2019).

Ismail menerangkan, para caleg ini mulai melakukan ziarah ke makam Ki Marogan sejak sebelum pencalonan diri. Caleg dari sejumlah parpol yang datang disebut bukan hanya dari Palembang, tetapi juga dari luar daerah.

Lebih jauh Ismail mengatakan, dirinya mengetahui para peziarah merupakan caleg karena meminta didoakan untuk menang pada Pemilu 2019. Bahkan beberapa caleg berjanji jika berhasil akan menyumbangkan sebagian hartanya untuk Masjid Ki Marogan.

"Mereka berziarahnya pada hari-hari tertentu saja, ada juga yang datang pada malam hari, diantara para caleg itu pernah ada yang dari Jakarta dan Lampung," kata Ismail.

Ia pun selalu mengingatkan kepada para caleg agar meluruskan niat saat berziarah dan tidak menyimpang dari tuntunan agama yang sudah ada, bahkan di depan makam itu pula pihaknya memasang papan peringatan.

Salah seorang caleg yang masih aktif sebagai anggota DPRD Sumsel mengaku sengaja berkunjung ke makam Ki Marogan untuk berdoa.

"Niat saya hanya untuk ziarah, sekaligus saya berdoa agar Pemilu nanti berjalan lancar, damai, dan tidak ribut-ribut serta supaya saya bisa meraih kursi dari pencalonan legislatif," ujar caleg yang enggan disebutkan namanya ini.

Untuk diketahui, Ki Marogan dikenal sebagai ulama kharismatik di Kota Palembang yang diketahui pandai dalam ilmu agama serta memiliki sifat-sifat kepemimpinan.

Berdasarkan catatan sejarah, Kyai Marogan terlahir dengan nama Masagus H. Abdul Hamid bin Masagus H. Mahmud (1802 - 1901 M), namun bagi masyarakat Palembang julukan `Kiai Marogan` lebih terkenal dibanding nama lengkapnya.

Julukan Kiai Marogan dikarenakan lokasi masjid dan makamnya terletak di Muara sungai Ogan, anak sungai Musi di Wayah Kertapati Kota Palembang.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan warga untuk berdoa langsung kepada Allah SWT.

"Ya namanya orang lagi kita cari simpati, cari suara, segala cara dia lakukan. Cuma bagi kita, MUI, koridornya jelas. Kalau memohon, meminta, ya mintalah kepada Allah SWT. Kalau dia ingin ziarah untuk menyenangkan hati nmasyarakat, ya tinggal ziarah saja," kata Waketum MUI, Yunahar Ilyas, saat dihubungi, Sabtu (9/3/2019).

Yunahar menjelaskan ziarah kubur bertujuan untuk mengingatkan manusia yang masih hidup akan kematian. Karena itu, dia meminta warga untuk tidak memperalat kuburan sebagai kegiatan politik.

"Ziarah kubur itu kan tujuannya cuma satu, mengingatkan akan kematian. Iya jadi jangan diperalat lah. Kalau bisa kuburan-kuburan itu jangan diperalat untuk kegiatan politik," ujar dia.

Dia kemudian memberikan contoh mengenai banyaknya para politikus yang mendatangi makam kiai menjelang Pemilu 2019. Menurut Yunahar, mereka datang ke makam para kiai itu biasanya untuk meraup simpati dari para pengikut kiai tersebut.

"Iya tidak hanya satu tempat, dalam rangka pemilu, berkunjung, targetnya menyenangkan hati misalnya seorang kiai di satu kuburan. Kan kiai itu banyak pengikutnya, nah untuk menunjukkan hormatnya ke kiai, ziarah ke kuburan kiai, biara pengikutnya senang gitu," imbuh dia.

"Tujuannya begitu, jadi kalau kiai masih hidup, ketemu ke rumahnya. Kalau kiai meninggal kan bukan bantuan dari kiai lagi, tapi dari murid-murid, santri-santri, pengagum kiai. Karena kiai-nya dihormati, dengan ziarah kubur ya simpati pendukung memilih dia," sambungnya.

Terakhir, Yunahar berpesan para politikus yang ingin menang di Pemilu 2019 sebaiknya menempuh jalan yang benar. Setiap perbuatan yang dilakukan di dunia, kata Yunahar, akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

"Kalau bagi kita, MUI mengingatkan. Kalau sekadar ziarah, menyenangkan hati pengikutnya silakan tetapi ziarah itu kubur itu tinggal mengucapkan salam, doakan orang yang sudah meninggal dunia lalu jadikan itu sebagai perenungan bahwa semua kita akan mati. Jadi untuk mendapatkan kursi harus menempuh cara yang benar, kalau nggak dipertanggungjawabkan di akhirat," paparnya.

(ds/sumber/antara/suara.com/detik.com