press enter to search

Minggu, 21/07/2019 11:16 WIB

SEGERA, SIAPKAN TRANSPORTASI MUDIK LEBARAN 2019

Redaksi | Kamis, 14/03/2019 13:49 WIB
SEGERA, SIAPKAN TRANSPORTASI MUDIK LEBARAN 2019 Kepala Lab Transportasi dan Akademisi Unika Soegijopranoto Djoko Setijowarno, ST, MT

JAKARTA (Aksi.id) - Pemerintah melalui pihak terkait, harus segera menyiapkan angkutan mudik Lebaran 2019 mendatang. Hajat tahunan itu harus lebih baik, mengingat jalan tol TransJawa sudah menyambungkan Merak-Jakarta-Surabaya-Grati PP. Selain itu, jalur selatan dan jalan arteri nasional di Jawa dalam kondisi baik.

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, musim mudik lebaran 2019 berulang. Mudik Lebaran tahun ini agak bisa lebih nyaman bagi Pemerintah dibandingkan event serupa sebelumnya.

“Namun tak seperti musim mudik sebelumnya, kemacetan lalu lintas tetap menghantui di gerbang tol dan pantura,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijorpanoto Semarang Djoko Setijowarno di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dikatakan, tahun 2019 ini jalan Tol Trans Jawa sudah terhubung. Sebagian Tol TransSumatera (ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Baru-Palembang) sudah terhubung.

Tarif tiket pesawat udara masih mahal, diprediksi jalur darat makin diminati. “Terutama bagi pengguna kendaaraan pribadi di Jawa dan sebagian Sumatera,” papar Djoko.

Jangan Paksakan Tol Layang

Tol layang Jakarta-Cikampek belum dapat digunakan, sekalipun fungsional sesuai janji Pemerntahan Jokowi-JK. “Tidak perlu dipaksa beroperasi. Pertimbangan keselamatan harus diperhitungkan,” terang Djoko.

Ketersendatan lalu lintas, menurut akademisi senior ini, masih berpotensi terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek akibat belum selesai tuntas Tol Layang Jakarta-Cikampek.

Menurutnya, truk barang tidak perlu dilarang asalkan kecepatannya bisa minimal 60 km per jam. Sesuai mengacu pada PM 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Batas Kecepatan di Jalan.

Dalam tiga tahun terakhir ini ketersendatan lalu lintas saat mudik terjadi gerbang tol, karena pembangunsn tol belum selesai.

Djoko menambahkan, pada tahun ini akan terjadi ketersendatan di ruas tol terutama di dekat rest area. “Rest area yang disediakan di sepanjang jalan tol tidak akan sanggup menampung semua pengguna tol untuk beristirahat,” tegas DJoko.(helmi/adinda) 

Artikel Terkait :

-