press enter to search

Selasa, 21/05/2019 00:37 WIB

Tak Puas Hukuman Penjara Dikurangi, Ahmad Dhani Tetap Mau Bebas

Redaksi | Kamis, 14/03/2019 17:56 WIB
Tak Puas Hukuman Penjara Dikurangi, Ahmad Dhani Tetap Mau Bebas Ahmad Dhani. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Ahmad Dhani tidak puas Pengadilan Tinggi Jakarta mengurangi masa penjaranya dari 1,5 tahun menjadi 1 tahun. Ahmad Dhani tetap ingin bebas dinyatakan bersalah dari vonis bersalah melakukan ujaran kebencian.

Terkabulnya pernohonan banding Ahmad Dhani dalam kasus ujaran kebencian oleh Pengadilan Tinggi Jakarta melaui surat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 370/Pid.Sus/2018/PN, tidak menjadikan puas kuasa hukumnya.

"Vonisnya sudah dikurangi tinggal 1 tahun penjara. Namun kami tetap banding untuk bisa bebas murni," tegas kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (14/3/2019).

Sebelumnya, permohongan banding Ahmad Dhani diterima. Sehingga Ahmad Dhani hanya cukup menjalani penjara selama 1 tahun di kasus ujaran kebencian saat Pilkada DKI Jakarta. Vonis penjara kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani dikurangi 6 bulan. Ahmad Dhani banding di kasus ujaran bencian karena divonis 1 tahun 6 bulan penjara.

Dalam amar putusan, Pengadilan Tinggi Jakarta mengubah putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 370/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Sel tanggal 28 Januari 2019, di mana Ahmad Dhani divonis bersalah melakukan ujaran kebencian.

Permohongan banding itu didaftarkan pada 18 Febuari 2019 lalu berjenis perkara pidana khusus dengan nomor 58/Pid.Sus/2019/PT.DKI. Sementara putusan dibacakan, Rabu hari ini

Mundur ke belakang, Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian, Senin, 28 Januari 2019 lalu. Ahmad Dhani terbukti melakukan ujaran kebencian.

Vonis penjara Ahmad Dhani dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sebelumnya, Ahamd Dhani dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ahmad Dhani dianggap telah melanggar pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ahmad Dhani dilaporkan dalam kasus ujaran kebencian oleh Jack Lapian. Jack melaporkan istri Mulan Jameela itu terkait twit Dhani yang dianggap berisi ujaran kebencian. Ada tiga twit Dhani, salah satunya berbunyi: "Siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP"

Dalam sidang pembelakaan, ada lima poin pembelaan Ahmad Dhani saat sidang. Satu di antaranya Ahmad Dhani merasa tidak bersalah. Ahmad Dhani pun tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan tunggal Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (ds/sumber beritajatim/suara.com)