press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 03:42 WIB

Penembakan di Trem Belanda, Seorang Tewas dan Sejumlah Orang Terluka

Redaksi | Senin, 18/03/2019 21:22 WIB
Penembakan di Trem Belanda, Seorang Tewas dan Sejumlah Orang Terluka Ambulans terlihat di samping trem setelah penembakan di Utrecht, Belanda. (ist)

UTRECHT (Aksi.id) - Kepolisian Belanda mengatakan seorang tewas dan beberapa orang telah terluka dalam sebuah penembakan yang terjadi di sebuah trem di pusat kota Utrecht. Penembakan ini terjadi hanya beberapa hari setelah penembakan di Selandia Baru.

Polisi Belanda dalam sebuah pernyataan mengatakan, sejauh ini mereka tidak memiliki rincian lebih lanjut tentang insiden itu dan tidak bisa mengatakan seberapa parah korbannya.

"Beberapa tembakan ditembakkan dalam trem dan beberapa orang terluka. Helikopter ada di tempat kejadian dan tidak ada penangkapan yang dilakukan," kata juru bicara kepolisian Belanda, Joost Lanshage, seperti dilansir Reuters pada Senin (18/3).

Penyiar lokal RTV Utrecht mengutip seorang saksi mata yang mengatakan dia melihat seorang wanita terbaring di tanah di tengah semacam konfrontasi. "Beberapa pria lari dari tempat kejadian."kata saksi.

Sementara itu, Polisi Utrecht dalam sebuah pernyataan mengatakan Lapangan 21 Oktober, sebuah stasiun trem yang berada di luar pusat kota, telah ditutup karena layanan darurat berada di tempat kejadian, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengekspresikan duka dan kekhawatirannya atas serangan teror di Utrecht yang terjadi pada Senin (18/3/2019) pagi.

"Ini berita yang sangat mengejutkan," katanya kepada media lokal NOS saat dijumpai di kantornya untuk menggelar rapat dengan tim krisis, yang sudah berkumpul lebih dulu.

Koordinator nasional untuk penanggulangan terorisme dan keamanan, NCTV, meningkatkan tingkat ancaman bagi provinsi Utrecht menjadi ke tingkat 5, tingkat ancaman tertinggi, hingga setidaknya pukul 18:00 waktu setempat.

Perdana Menteri berada di tengah-tengah pertemuan koalisi ketika seorang pria menembaki sebuah trem pada 24 Oktoberplein di Utrecht sekitar pukul 10:45 pagi. Beberapa orang dilaporkan terluka.

Laporan saksi yang belum terkonfirmasi mengatakan bahwa satu orang setidaknya tewas akibat insiden tersebut. Rutte membatalkan pertemuan dan segera kembali ke kantornya untuk bertemu dengan pihak berwenang.

Dia belum bisa mengatakan apakah ini serangan teroris, "Tapi saya sangat khawatir", katanya kepada NOS.

"Saya berhubungan intens dengan polisi dan Jaksa Penuntut Umum", Walikota Utrecht Jan van Zanen mengatakan kepada NOS.

Pertemuan pertama antara walikota, polisi dan jaksa sudah terjadi. "Walikota dapat mengkonfirmasi bahwa polisi dan Jaksa Penuntut Umum saat ini sedang mencari orang yang bertanggung jawab atas insiden ini. Yang paling penting saat ini adalah merawat yang terluka dan menyelidiki insiden itu. Kami tidak mengecualikan apa pun, termasuk serangan teroris." Seperti dilansir dari nltimes.

Para wartawan yang meliput politik hari itu di Den Haag, dua hari sebelum pemilihan Negara Bagian Provinsi, melihat para perwira Marechaussee yang bersenjata lengkap di sekitar parlemen. Polisi juga banyak hadir di sekitar gedung-gedung politik di Binnenhof, menurut NOS.

Level ancaman `level 5` berarti ada ancaman terorisme kritis di Belanda. Tingkat ancaman ditingkatkan menjadi 5 jika NCTV memiliki indikasi konkret bahwa teroris akan melakukan serangan di Belanda, jika ada serangan teroris di Belanda, dan jika ada kemungkinan serangan lain. (ds/sumber reuters/the telegraph/AP)