press enter to search

Jum'at, 20/09/2019 16:47 WIB

Jokowi Tolak Beras dari Bupati Sragen: Kirim ke Istana 100 Truk, Saya Bayar

Redaksi | Rabu, 03/04/2019 16:01 WIB
Jokowi Tolak Beras dari Bupati Sragen: Kirim ke Istana 100 Truk, Saya Bayar Presiden Joko Widodo berbincang dengan pedagang saat kegiatan peresmian Pasar Badung di Denpasar, Bali. (ist)

SRAGEN (Aksi.id) - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) bertemu Presiden Joko Widodo di GOR Diponegoro Sragen, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berdialog dengan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Kusdinar sempat mengatakan ingin memberikan suvenir kepada Jokowi berupa beras, tapi niat itu diurungkannya.

"Bapak presiden, nyuwun pangapunten (mohon maaf) sebenarnya ada suvenir beras dari kami warga Sragen yang akan kami haturkan untuk bapak, tapi karena ini memasuki masa kampanye sehingga (khawatir) menimbulkan interpretasi yang berbeda," kata Kusdinar, Rabu (3/4).

Menanggapi perkataan Kusdinar, Jokowi berkelakar. Dia malah meminta dikirimkan beras dalam jumlah banyak ke Istana Kepresidenan.

"Kalau beri saya suvenir beras, jangan sekilo (tapi) 100 truk ke istana, asal berasnya enak enggak apa-apa, saya bayar, tapi beras yang dipilihkan dari Sragen," timpal Jokowi.

Selain itu, Jokowi turut berdialog dengan Slamet, salah satu penjual pupuk dari Sumber Alam, Sragen. Slamet mengeluh soal stok pupuk subsidi yang masuk ke tokonya terkadang kurang, sehingga sesekali diprotes petani.

"Selalu habis atau stok terus yang (pupuk) subsidi?" tanya Jokowi di hadapan para peserta yang hadir di lokasi, Rabu (3/4).

"(Jatah pupuk) selalu kurang Pak. Itu saya juga dapat titipan petani pada mengeluh kurang pupuk. Terutama jatahnya dikurangi hampir 1/3. Saya ini langsung berhubungan dengan petani itu tiap hari selalu kurang," keluh Slamet di hadapan Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi lalu memanggil Endang, salah satu pemilik penggilingan padi. Di hadapan pemilik penggilingan padi, Jokowi minta mereka memodernisasi cara pengeringan padi dengan peralatan yang modern.

"Perlu saya ingatkan, pemilik-pemilik penggilingan, sekarang zaman modern, dari zaman kecil, saya di desa kalau habis panen pasti dijereng di pelataran, ini habis diubah, penggilingan harus memiliki dryer," kata Jokowi.

Namun, Endang sang pemilik penggilingan mengaku akan cukup kesulitan jika mengajukan utang lagi ke bank untuk membeli pengering. Ia berkelakar meminta kepada Jokowi agar diberikan bantuan.

"Dereng enten (belum ada) dana pak. Untuk modal saja sudah dari bank, apalagi untuk itu maka dari itu, minta ke bapak presiden. Ya cukup yang dari jenar Bu Endang," kelakar Endang disambut tawa hadirin. (ds/sumber kumparan)