press enter to search

Selasa, 23/07/2019 11:49 WIB

2 Pekerja Tewas Tertimpa Crane Saat Bongkar Muat di Kapal Bistari 8

| Senin, 08/04/2019 03:55 WIB
2 Pekerja Tewas Tertimpa Crane Saat Bongkar Muat di Kapal Bistari 8 Lokasi kecelakaan crane yang patah menimpa pekerja bongkar muat hingga tewas di Dermaga Gudang Icci, Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Kota Pontianak, Kalbar, Sabtu (6/4/2019). (Foto: iNews/Uun Yuniar)

PONTIANAK (aksi.id) - Dua pekerja bongkar muat tewas akibat tertimpa crane Kapal Bistari 8  di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Peristiwa nahas ini terjadi saat aktivitas bongkar muat besi konstruksi di kawasan Dermaga Gudang Icci, Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, dua pekerja yang tewas pada Kamis sore (4/4/2019), masing-masing berinisial SW (40) dan MS (41). MS tewas karena tertimpa besi baja konstruksi setelah crane Kapal Bistari 8 patah. Sementara korban SW tewas karena terjatuh setelah berusaha menyelamatkan diri dari crane kapal yang patah.

Kecelakaan nahas itu berawal saat Kamis sore. Korban MS sebagai operator crane pengikatan barang, sedang mengatur pengangkutan besi plat dari kapal ke dermaga. Tiba-tiba, crane yang dikemudikan MS patah di bagian plangnya sehingga besi itu menimpa MS.

“Korban MS langsung meninggal di tempat. Sedangkan satu korban lain, SW, tewas karena menyelamatkan diri dari crane yang patah. Korban tidak melihat pagar pembatas hingga jatuh dari ketinggian 5 meter. Korban kemarin pagi dinyatakan meninggal setelah dirawat satu hari,” kata Husni Ramli, Sabtu (6/4/2019).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan petugas Polresta Pontianak Kota, kondisi crane milik PT Eka Cipta Karya dan PT Pawan sudah tidak layak karena sudah keropos. Selain itu, crane juga kelebihan muatan saat bongkar muat.

“Layak atau tidaknya nanti kami akan ada pemeriksaan ahli. Tapi sementara dari olah TKP, ada beberapa bagian crane yang rentan terjadi kecelakaan karena kelebihan muatan. Sebab, yang diangkut adalah besi baja,” katanya.

Hingga saat ini, Polresta Pontianak Kota masih memeriksa secara intensif terhadap enam saksi, termasuk nakhoda, operator yang bertugas saat kejadian berinisial HD, mualim, koordinator bongkar muat dari perusahaan, dan agen dari kapal.

Polisi juga akan menyita kapal dan crane yang patah saat kejadian untuk keperluan penyelidikan.

Husni menambahkan, penetapan tersangka akan diputuskan dari hasil gelar perkara yang dilaksanakan. Pelaku akan dijerat dengan pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yakni, karena kelalaian menyebabkan seseorang meninggal dunia.

“Ancaman hukumannya lima tahun penjara,” katanya seperti dikutip inews.id. (fahri).