press enter to search

Selasa, 23/04/2019 17:30 WIB

Debat Final Pilpres, Jokowi Ulas Pemerataan Ekonomi

Redaksi | Minggu, 14/04/2019 07:29 WIB
Debat Final Pilpres, Jokowi Ulas Pemerataan Ekonomi

Jakarta (aksi.id)  - Calon Presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan alasan pemerintahannya fokus dalam pembangunan infrastruktur. Menurut dia, dengan pembangunan infrastruktur, akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

"Itu salah satu cara untuk pemerataan (ekonomi)," ujar Jokowi  dalam debat capres terakhir di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Selain itu, bentuk lain untuk melakukan pemerataan ekonomi dengan mengalirkan dana desa. Anggaran ratusan triliun rupiah telah disalurkan ke desa-desa seluruh Indonesia.

"Kita miliki dana desa. Kita transfer sampai Rp 257 triliun ke desa-desa di Indonesia. Untuk pemerataan," kata Jokowi.

"Beli bahananya dari desa, material, pekerjanya, semuanya dari desa. Sehingga pemerataan betul ada di desa itu," imbuh dia.

Tak hanya itu, Jokowi juga meluncurkan program keluarga Harapan (PKH). Dengan program itu, gizi anak Indonesia tak mampu bisa diatasi.

"Juga Kartu Indonesia Sehat (KIS), kalau mereka sakit tidak terbebani biaya rumah sakit. Juga Kartu Indonesia Pintar (KIP) anak mereka bisa sekolah SD, SMP dan SMA. Dan akan menuju hingga jenjang kuliah," jelas Jokowi.

Sementara itu, calon wakil presiden Sandiaga Uno mengungkapkan pengalamannya dalam menangani kemiskinan saat menjadi wakil gubernur DKI. Dia mengakui hal tersulit terkait itu adalah dengan data angka kemiskinan yang valid.

"Big data nasional dengan e-KTP kita, kita akan mampu single identification number. Nama dan alamat kemiskinan bisa kita ketahui. Kita bidik dengan program sasaran yang tepat," ujar Sandiaga.

Dia berjanji akan menurunkan harga pangan dan kemiskinan. Selain itu, juga akan menciptakan 4 juta lapangan kerja baru.

"Dengan begitu bisa tercapai harapan pemerataan," ujar Sandiaga Uno.

Rangkaian Debat

Awali Debat Kelima Pilpres 2019, Prabowo Beri Hormat Kepada Jokowi
Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hormat kepada Capres 01 Joko Widodo sebelum Debat Pilpres 2019 kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4). Debat tersebut merupakan debat terakhir setelah kampanye akbar Jokowi-Ma`ruf Amin. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Rangkaian debat kandidat Pilpres 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencapai puncaknya pada Sabtu 13 April 2019. Debat pamungkas Pilpres 2019 yang menghadirkan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma`ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini digelar di Hotel Sultan, Jakarta.

Debat kelima ini akan mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, ada doa bersama usai perhelatan Debat Kelima Pilpres 2019. Hal itu dilakukan sebagai penutup rangkaian kampanye sekaligus menandai masa tenang sebelum hari pencoblosan pada 17 April.

Nantinya, doa bersama usai Debat Kelima Pilpres 2019 ini dipimpin oleh tokoh ulama muslim, diikuti para tokoh agama lain. Momen itu diharapkan menjadi pesan moral sekaligus kontemplasi atau perenungan bagi seluruh masyarakat bahwa masa kampanye telah berakhir dan saatnya memantapkan pilihan.

(ny/Liputan6.com)