press enter to search

Selasa, 23/04/2019 17:47 WIB

Setelah 13 Menit Terbang, Pilot Mendadak Sakit, Pesawat Ryanair Balik ke Bandara Tenerife

Redaksi | Senin, 15/04/2019 15:58 WIB
Setelah 13 Menit Terbang, Pilot Mendadak Sakit, Pesawat Ryanair Balik ke Bandara Tenerife Foto : Ilustrasi

GLASGOW (Aksi.id) – Pesawat Ryanair yang berangkat dari Pulau Tenerife, Spanyol dengan tujuan Glasgow, Skotlandia, terpaksa memutar balik setelah salah satu pilot mengalami gangguan medis.

Pesawat tersebut kembali hanya berselang 13 menit setelah lepas landas. Pusat kendali udara di Bandara South Tenerife pun memprioritaskan pesawat itu untuk mendarat.

“Penerbangan dari Tenerife selatan menuju Skotlandia kembali karena keadaan darurat akibat kondisi medis salah satu pilot. Prioritas maksimum,” tulis pihak pengendali lalu lintas bandara dalam keterangan di Twitter.

“Jalur telah dikosongkan, bantuan medis sudah terkoordinasi dan protokol darurat diaktifkan.”

Pesawat pun langsung memutar balik dan mendarat dengan selamat tanpa harus membakar bahan bakar, tindakan yang biasa dilakukan dalam kondisi darurat untuk mengurangi bobot pesawat.

Juru bicara maskapai Ryanair mengatakan, penerbangan dari Tenerife menuju Glasgow telah kembali ke Bandara Tenerife segera setelah lepas landas karena petugas pertama jatuh sakit dalam penerbangan.

“Sejalan dengan prosedur, kapten telah menghubungi pihak pengatur lalu lintas udara (ATC), pesawat mendarat dengan normal, dan petugas pertama segera mendapat pertolongan medis,” kata juru bicara dalam pernyataannya, dikutip Daily Express, kemarin.

“Para penumpang telah diturunkan kemudian kembali diberangkatkan ke Glasgow, tak lama setelah insiden,” lanjutnya.

Tidak dijelaskan kondisi medis yang dialami pilot pesawat maupun kondisi terkininya.

Sementara, seorang pilot dari maskapai penerbangan Inggris menjelaskan kepada Daily Express, mengenai prosedur yang harus dilakukan apabila ada pilot yang sakit selama penerbangan.

Diterangkannya bahwa setiap penerbangan selalu membawa dua pilot di dalam pesawat, sehingga tetap ada seseorang yang akan menerbangkan pesawat apabila salah satu mengalami gangguan medis.

Ditegaskannya bahwa kedua pilot pesawat telah dipastikan terlatih dan memiliki kemampuan yang setara untuk menghadapi segala kemungkinan.

“Semua pilot telah dilatih untuk menangani situasi ketidakmampuan pilot, di mana salah satu pilot yidak mampu menjalankan tugas selama penerbangan,” ujar sumber kepada Express.

“Saat itu terjadi maka pilot tersebut akan menerbangkan pesawat seorang diri dan mengutamakan mengalihkan ke bandara terdekat dan yang paling sesuai,” tambahnya.

Apabila pesawat telah dekat dengan bandara tujuan, maka pilot dapat memutuskan yang terbaik apakah melanjutkan atau mengalihkan penerbangan.

Baca juga: Pesawat Ryanair dan EasyJet Nyaris Bertabrakan di Udara

Mengenai kondisi “ketidakmampuan” pilot, dikatakannya bisa mulai dari gejala flu berat hingga penyumbatan pendengaran. Namun kerap kali tidak seburuk yang dibayangkan penumpang.

Di dalam pesawat juga telah tersedia perangkat medis termasuk alat kejut jantung, dan setiap kru penerbangan telah dilatih untuk menggunakannya. Juga ada saluran telepon radio langsung ke dokter yang bertugas di darat selama 24 jam untuk memberi panduan.(adinda) 

Artikel Terkait :

-