press enter to search

Selasa, 23/07/2019 11:45 WIB

Antrean 11 Ribu WNI ke TPS Brunei Bikin Macet 1 Kilometer

Redaksi | Senin, 15/04/2019 15:54 WIB
Antrean 11 Ribu WNI ke TPS Brunei Bikin Macet 1 Kilometer WNI di Brunei Darussalam mencoblos. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Antusiasme warga negara Indonesia (WNI) untuk mengikuti pemilihan umum 2019 juga terlihat di Brunei Darussalam, di mana lebih dari 11 ribu orang berbondong-bondong menggunakan hak suara mereka hingga menimbulkan kemacetan sepanjang 1 kilometer.

"Ramainya warga membuat kemacetan yang mengular hingga radius 1 km dari KBRI, memenuhi Kedutaan Filipina, Korea, dan Kemenbudpora Brunei," demikian pernyataan resmi Kedutaan Besar RI untuk Brunei yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (15/4).

Merujuk pada data perhitungan sementara, total ada 11.866 WNI di Brunei yang sudah menggunakan hak pilihnya dalam pencoblosan pada Minggu (14/4), atau 65 persen dari jumlah pemilih tetap. Angka ini melonjak drastis dari Pemilu 2014 yang hanya mencapai 6.000 WNI.

"Guna memfasilitasi antusiasme ribuan warga tersebut, PPLN dan KBRI menyediakan bus gratis dari Kuala Belait, Seria, Tutong, Lamunin, dan Labi, bus shuttle dari parkir Indoor Stadium ke KBRI serta penggantian tiket jetty boat dari Temburong ke Bandar Seri Begawan," tulis KBRI Brunei.

Duta Besar RI untuk Brunei, Sujatmiko, bersyukur pemilu kali ini dapat berjalan lancar meski jumlah pemilih yang datang ke TPS membeludak.

"Alhamdulillah, pemilu di Brunei berjalan lancar atas kerja sama bersama KBRI, PPLN, Panwaslu, Polisi Brunei serta relawan masyarakat. Kami sempat mengalami membeludaknya pemilih Khusus yang belum terdaftar, tapi semua sudah teratasi dengan baik," ujar Dubes Sujatmiko.

Secara resmi, tercatat ada 18.215 WNI yang masuk daftar pemilih tetap, 16.594 di antaranya memilih lewat TPS, sementara 1.621 lainnya melalui pos. Meski jumlah pemilih yang hadir hanya 65 persen, tapi angka pemilih khusus membeludak.
 
Sejumlah WNI di Brunei pun mengakui pemilu kali ini lebih ramai ketimbang pemilihan-pemilihan yang digelar sebelumnya.

"Sudah tiga puluh tahun saya tinggal di Brunei, ini adalah pemilu yang paling ramai dan meriah. Saya juga senang melihat banyak relawan yang terlibat membantu pelaksanaan pemilu, semua berpartisipasi," ucap salah satu WNI di Brunei, Salsa. (ds/sumber CNN)