press enter to search

Selasa, 23/04/2019 17:50 WIB

Waduh...Ternyata Indonesia Harus Impor Singkong, Kotak P3K dan Rambut

| Senin, 15/04/2019 19:11 WIB
Waduh...Ternyata Indonesia Harus Impor Singkong, Kotak P3K dan Rambut Setidaknya sejak tahun 2006 singkong dan produk turunannya masih terus didatangkan dari luar negeri. Ada dua jenis singkong yang diimpor, yaitu bentuk padatan (HS 071410) dan bentuk pat (HS 110814)i.

JAKARTA (aksi.id) - Pada tahun 2018, Indonesia mencatatkan defisit neraca perdagangan luar negeri (ekspor-impor) sebesar US$ 8,44 miliar, atau yang paling dalam sepanjang sejarah.

Defisit terjadi kala nilai impor lebih besar ketimbang ekspor. Barang impor paling banyak yang masuk ke Indonesia adalah golongan barang HS 27 yang mana merupakan bahan bakar mineral dan turunannya. Namun sejumlah golongan barang lain sering luput dari mata kita.

Berikut ini merupakan sejumlah barang-barang yang ternyata masih diimpor oleh Indonesia:

1. Singkong

Setidaknya sejak tahun 2006 singkong dan produk turunannya masih terus didatangkan dari luar negeri. Ada dua jenis singkong yang diimpor, yaitu bentuk padatan (HS 071410) dan bentuk pat (HS 110814)i. Namun sejauh ini bentuk pati lebih banyak diimpor ketimbang bentuk padatan.

Pada tahun 2018 impor singkong padatan hanya senilai US$ 89 ribu dolar, sedangkan pati singkong mencapai US$ 185 juta dolar. Sebagian besar singkong tersebut datang dari negara tetangga, Thailand.

Seperti yang telah luas diketahui, pati singkong merupakan bahan baku produksi tepung tapioka yang banyak digunakan untuk membuat bakso.

Maka dari itu, jangan remehkan bocah singkong, karena ternyata barang impor.

2. Manekin

Tak hanya pakaian jadi yang diimpor. Bahkan patung peraga (HS 961800) yang biasa digunakan sebagai penghias etalase toko pakaian pun juga didatangkan dari luar negeri.

Sepanjang tahun 2018, tercatat impor manekin mencapai US$ 2,8 juta. Sebagian besar manekin didatangkan dari China (US$ 1,3 juta). Namun jangan salah ada pula manekin yang didatangkan dari Eropa, seperti Spanyol (US$ 116 ribu) dan Perancis (US$ 79 ribu).

3. Limbah Farmasi

Masih belum diketahui peruntukannya, namun nyatanya pada tahun 2018 tercatat ada limbah farmasi (HS 300692) senilai US$ 14 ribu yang masuk ke Indonesia.

Limbah farmasi yang masuk ke Indonesia sebagian besar berasal dari Australia (US$ 9 ribu). Namun ada pula yang berasal dari Korea Selatan, Jerman, dan Swiss dengan nilai impor masing-masing sebesar US$ 1000.

4. Sirip Ikan Hiu

Meskipun beberapa spesies hiu sudah dinyatakan terancam punah, namun ternyata Indonesia masih aktif memboyong sirip ikan hiu (HS 030571) dari luar negeri. Setidaknya sejak tahun 2014, sirip ikan hiu tak pernah absen dari daftar impor Indonesia.

Tahun 2018, total nilai impor siri ikan hiu Indonesia adalah sebesar US$ 23 ribu. Akan tetapi pada tahun 2016 nilainya lebih tinggi lagi, yaitu mencapai US$ 340 ribu.

Sirip ikan hiu biasa digunakan sebagai bahan masakan dan juga obat.

Sebagai catatan, bentuk sirip hiu dalam golongan barang kode HS 030571 dapat berupa sirip asap, kering, maupun yang telah diasinkan.

5. Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

Siapa sangka ternyata ada kotak P3K (HS 300650) senilai US$ 32 ribu asal luar negeri yang masuk ke Indonesia pada tahun 2018. Bahkan US$ 24 ribu diantaranya berasal dari Singapura.

Tampaknya kebutuhan akan kotak P3K yang berkualitas tinggi memaksa beberapa pelaku industri kesehatan untuk mendatangkan kotak P3K dari negara lain.

6. Rambut Manusia

Mungkin banyak diantara masyarakat Indonesia yang tak mengetahui bahwa pada tahun 2018 ada rambut manusia senilai US$ 31,5 juta yang masuk ke Indonesia.

Sebagian besar rambut tersebut berasal dari Hong Kong, yang nilainya mencapai US$ 31,3 juta. Ada pula rambut manusia yang berasal dari India, namun jumlahnya relatif kecil, hanya senilai US$ 223 ribu.

Industri rambut palsu memang tidak dapat dianggap remeh. Namun alasan memilih rambut orang-orang Hong Kong masih belum diketahui.

Sebagai catatan, seluruh jenis barang yang diungkapkan di atas diambil dari situs International Trade Center. Lembaga tersebut mengompilasi laporan perdagangan luar negeri yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Sumber: cnbcindonesia.com

Keyword Impor Singkong