press enter to search

Rabu, 12/08/2020 19:13 WIB

KPK Kelar Periksa Perempuan yang Ikut Diamankan Bersama Politikus Golkar Bowo Sidik di Apartemen

Ahmad Bashori | Selasa, 16/04/2019 01:22 WIB
KPK Kelar Periksa Perempuan yang Ikut Diamankan Bersama Politikus Golkar Bowo Sidik di Apartemen

JAKARTA (aksi.id) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung melakukan pemeriksaan terhadap wanita yang ikut diamankan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) mantan politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso, Siesa Darubinta.

Juru Bicara KPK Febri Diasnyah mengatakan terdapat dua hal yang didalami penyidik dalam proses pemeriksaan Siesa Darubinta.

"Pertama terkait dengan pengetahuan dari saksi ini tentang keberadaan tersangka BSP (Bowo Sodik Pangarso) di apartemen pada saat itu, sejauh mana pengetahuaannya itu diklarifikasi oleh penyidik," ujar Febri di gedung KPK, Jakarta, Senin (15/4).

Kemudian, penyidik juga bertanya atau mendalam lebih lanjut sejauh maana pengetahuan dari saksi terkait dengan informasi aliran dana. Siesa diperiksa sebagai saksi kasus untuk tersangka Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK), Asty Winasti. Ia diperiksa penyidik kurang lebih 6 jam.

Usai diperiksa, Siesa yang ditemani kuasa hukumnya langsung berjalan keluar dari lobi Gedung KPK, sekitar pukul 16.35 WIB, Senin (15/4).

Ia memilih terus berjalan meski awak media berdiri di hadapannya. Siesa tak menggubris pertanyaan yang dilontarkan wartawan.

Siesa keluar dengan mata agak sembab dan langsung menerobos kerumunan awak media. Ia terus menjauh dari markas antirasuah dan langsung naik ke dalam mobil yang menjemputnya.

Diketahui, Siesa sempat ikut diamankan saat operasi tangkap tangan pada (27/3). Dia ikut diamankan bersama dengan sopir Bowo Sidik di sebuah apartemen milik Bowo Sidik.

Bowo bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti dan Indung, sebelumnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK. Bowo diduga meminta komisi kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$2 per metric ton.

Ada enam kali penerimaan yang diduga telah terjadi sebelumnya di sejumlah tempat sebesar Rp221 juta dan US$85.130. KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk. Tim KPK kemudian menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo.

Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang yang berada dalam 400 ribu amplop itu tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk `serangan fajar` Pemilu 2019.

Nusron Wahid

Pengacara tersangka kasus suap Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajagukguk, mengungkapkan sumber uang milik kliennya dengan sumber uang politikus Partai Golkar Nusron Wahid untuk amplop serangan fajar di daerah pemilihan Jawa Tengah II berbeda.

Saut sempat menyebut bahwa sumber uang kliennya untuk 400 ribu amplop serangan fajar adalah dari salah seorang menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Hanya saja, dia tidak menyebut secara pasti nama menteri yang dimaksud.

Nusron sendiri sempat disebut oleh Saut ikut menyiapkan amplop sebanyak 600 ribu buah.

"Bukan, sumber [uang] Pak Nusron punya sumber sendiri. Pak Bowo punya sumber sendiri," ujar Saut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/4).

Nusron sendiri sudah membantah bahwa dirinya memerintahkan Bowo Sidik untuk menyiapkan 400 ribu amplop. Kendati demikian, tidak memusingkan hal itu.

"Ya hak beliau untuk membantah itu, tapi saya bilang ke klien kalau nanti ada saksi yang mengetahui disuruh akan dihadirkan di sini," kata Saut.

Dia juga yakin Bowo jujur bahwa Nusron memerintahkannya untuk menyiapkan 400 ribu amplop itu. Ia juga mengatakan perintah itu disampaikan secara lisan oleh Nusron kepada Bowo di lingkungan gedung DPR RI.

"Di satu tempat di lingkungan DPR," katanya.

Sementara itu, menanggapi bantahan Nusron, Bowo tidak banyak bicara. Bowo hanya menyebut bahwa Nusron adalah muslim yang beriman.

Saat ditanya wartawan soal bantahan Nusron dan apakah mantan Ketua GP Ansor itu seorang munafik, Bowo mengiyakan.

"Iya, iya, iya," kata Bowo sambil menaiki mobil tersangka KPK.