press enter to search

Selasa, 23/07/2019 04:09 WIB

Dengan KRI Usman Harun, Menteri Susi Tangkap 7 Kapal Ikan Asal China

| Jum'at, 19/04/2019 18:02 WIB
Dengan KRI Usman Harun, Menteri Susi Tangkap 7 Kapal Ikan Asal China

JAKARTA (aksi.id) - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menggelar operasi pengawasan untuk memberantas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di perairan perbatasan Laut Natuna Utara Kepulauan Riau.

Dalam operasi yang didukung oleh armada TNI Angkatan Laut KRI Usman Harun, Menteri Susi berhasil mendeteksi keberadaan 7 kapal ikan asing berbendera China,  yang sedang melintas di Laut Natuna Utara.

Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ketujuh kapal tersebut dalam pelayaran menuju ke Mozambik dan tidak didapatkan dugaan melakukan kegiatan illegal fishing.

Meski tidak ditemukan indikasi kegiatan ilegal fishing terhadap 7 kapal asing tersebut, selama di atas KRI Usman Harun, Menteri Susi berkesempatan memotivasi para prajurit TNI AL yang bertugas di kapal untuk terus bekerja penuh semangat mewujudkan kedaulatan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

 

Menteri Susi juga tak lupa menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh awak KRI Usman Harun atas kerja kerasnya menangkap kapal-kapal perikanan ilegal di Laut Natuna Utara.

"Saya bangga atas kerja keras para petugas di laut yang gagah berani menangkap kapal asing ilegal, walaupun medan dan tantangan yang dihadapi tidak mudah," ungkap Menteri Susi melalui keterangan resminya, Jumat (19/4).

Menteri Susi menegaskan pemerintah sendiri memiliki tujuan yang sama untuk memberantas illegal fishing dari perairan Indonesia. Itu dilakukan agar sumber daya ikan dapat terus dinikmati oleh generasi saat ini dan generasi yang akan datang.

Untuk itu, Menteri Susi mengajak kepada seluruh awak KRI Usman Harun untuk terus bekerja penuh semangat sesuai dengan peran yang dimiliki masing-masing.

Dalam operasi tersebut Menteri Susi juga didampingi oleh Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Agus Suherman, Danguskamla Armada I Laksma TNI Dafid Santoso, serta Danlanal Natuna Letkol Laut (P) Harry Setyawan S.E.