press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 13:05 WIB

Bulog Bakal Salurkan Beras ke ASN untuk Tunjangan Pangan

Dahlia | Jum'at, 03/05/2019 21:16 WIB
Bulog Bakal Salurkan Beras ke ASN untuk Tunjangan Pangan Foto: istimewa

JAKARTA  (aksi.id) -  Perum Bulog terus mengoptimalkan penyaluran beras sebab melimpahnya stok di gudang. Terlebih akan memasuki masa puncak panen raya yang diperkirakan bakal terjadi pada Mei atau Juni 2019.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar menjelaskan, setelah adanya pengalihan bantuan beras sejahtera (rastra) menjadi BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) membuat penyaluran beras Bulog berkurang.

Oleh sebab itu, selain dengan operasi pasar dan penjualan komersial, upaya mendorong penyaluran juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah untuk Bulog menyalurkan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.

"Untuk hilir ada informasi nanti PNS, TNI, Polri sudah mulai beli berasnya Bulog," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Dia menyatakan, skema ini sebenarnya sudah pernah dilakukan beberapa tahun lalu. Di mana, penerima bantuan pangan mendapat jatah sekitar 18 kilogram beras per bulan alias natura.

Namun kini, skema tersebut berubah menjadi bantuan pangan dalam bentuk uang alias inatura. "Dulu memang sudah ada pembagian beras, tapi setelah itu berbentuk uang dan mau dikembalikan lagi (ke beras)," ungkap dia.

Dia mengatakan, jumlah beras yang dibagikan akan sama seperti dulu yakni 18 kilogram beras per orang. Beras itu nantinya akan dibagikan pemerintah tanpa harus memotong gaji mereka.

"Jatah negara, bukan potong gaji, kan dari dulu ada. Dulu per orang 18 kilogram, sekarang tetep lah enggak ada perubahan, per bulan per orang. Semoga secepatnya (terealisasi)," kata dia.

Adapun saat ini, rata-rata penyerapan beras petani oleh Buloh mencapai 10 ribu ton per hari, hingga April jumlah penyerapan sudah mencapai 400 ribu ton. Posisi saat ini stok beras Buloh mencapai 2,050 juta ton di gudang, mendekati kapasitas gudang Bulog yang dikisaran dua hingga tiga juta ton. (Lia/sumber:okezone)