press enter to search

Senin, 20/05/2019 11:55 WIB

Benda Terang Melintas di Langit Malang Raya

Redaksi | Senin, 06/05/2019 13:58 WIB
Benda Terang Melintas di Langit Malang Raya Benda terang diduga meteor. (ist)

MALANG (Aksi.id) - Warga dihebohkan dengan benda langit atau sejenis meteor yang menyala di langit Malang Raya. Benda tersebut melintas sekitar pukul 20:00 WIB, saat masyarakat usai menjalankan Salat Tarawih.

Sebuah video menampakkan rekaman cahaya terang agak kebiruan meluncur bergerak cepat. Benda tersebut tidak lama langsung menghilang bersama nyalanya.

Penampakan tersebut menjadi perbincangan netizen di media sosial facebook. Sejumlah komentar mengamini mengaku melihat dari posisinya masing-masing.

"Apa cuman aku aja yang lihat meteor jatuh barusan di langit? Yang lihat juga bisa komentar," demikian tulis akun David Ahf di Komunitas Peduli Malang.

Status tersebut diposting pukul 19.42 WIB dan sudah mendapatkan komentar 2.867 akun netizen. Sebagian mengaku melihat kejadian serupa, walaupun sebagian menanggapi dengan celotehan bercanda.

Sementara itu, pecinta astronomi, Almira Sifak Fauziah Narariya menilai, benda yang terlihat masyarakat tersebut sangat dimungkinkan sebagai meteor. Karena semalam memang sebagai puncak hujan meteor eta aquarid.

"Itu bisa jadi yang dilihat memang meteor. Soalnya semalam itu memang puncak hujan meteor eta aquarid," kata Almira kepada Merdeka.com, Senin (6/5).

Eta aquarid, jelas Almira, adalah nama salah satu bintang di rasi Aquarius. Hujan meteor eta aquarid berarti datangnya meteor dalam jumlah banyak dari rasi Aquarius.

"Kalau ada hujan meteor, namanya beda-beda, tergantung dia datang dari arah rasi apa. Kalau yang sekarang itu adanya hujan meteor eta aquarid artinya hujan meteor itu datang dari arah rasi Aquarius," jelasnya.

Biasanya saat pengamatan, teleskop sudah langsung mengarahkan ke rasi Aquarius. Otomatis akan terlihat pergerakan meteor atau bintang berekor.

"Kalau ukurannya agak besar atau seberapa itu ada beberapa sebutannya misal seperti fireball itu lebih gede dan lebih terang. Ada bolide dan meteor itu sendiri," jelasnya.

Kalau bolide ukurannya besar dan terbakar agak lambat dan terlihat hingga lebih dari 10 detik. Kategori ini sangat terang bahkan mengalahkan bulan purnama. Ciri Bolide meninggalkan jejak seperti asap dan disertai ledakan.

Sementara fireball ukuran sedang dan terlihat 5-10 detik. Cukup terang dan digambarkan seterang Venus. Sedangkan kalau meteor yang populer di masyarakat itu ukurannya kecil dan cepat terbakar. Biasanya hilang dalam 1-2 detik.

Almira yang tergabung dalam Komunitas Pengamat Langit (Kapela) Universitas Negeri Malang (UM) itu mengaku belum dapat mengategorikan jenis bendanya berdasarkan ukuran. Karena memang tidak melihat langsung dan butuh pengamatan lebih lanjut.

Sementara terkait pedaran warna kebiruan, diduga terjadi akibat reaksi dengan partikel di atmosfer bumi.

"Tidak khusus di rasi bintangnya sih, warna meteornya itu dari kandungannya. Warnanya macam-macam tergantung komposisi kimianya dan juga meteor yang terlihat bisa jadi juga hasil dari reaksi dengan partikel-partikel di atmosfer bumi," jelasnya.

Perlu diketahui hujan Eta Aquariids adalah hujan meteor terkait Komet Halley. Peristiwa tersebut terlihat sepanjang 19 April hingga 28 Mei setiap tahun dengan aktivitas puncak sekitar 5 Mei. (ds/sumber merdeka)