press enter to search

Selasa, 23/07/2019 03:18 WIB

1,3 Juta Orang Tewas Jika Asteroid Hantam New York

| Rabu, 08/05/2019 22:48 WIB
1,3 Juta Orang Tewas Jika Asteroid Hantam New York

WASHINGTON DC (aksi.id) - Sekitar satu dekade dari sekarang, batuan ruang angkasa besar akan memiliki garis pertemuan yang sangat dekat dengan Bumi. Dilansir dari BGR, pertemuan ini diperkirakan terjadi pada 13 April 2029.

Asteroid yang dikenal dengan nama Apophis akan melewati Bumi dengan jarak hanya 19.000 mil. Jarak ini termasuk dekat jika dibandingkan dengan jarak Bulan dan Bumi yang terpisah sekitar 225 ribu hingga 252 ribu mill.

Space.com mengungkapkan satu dekade mendatang akan menjadi `hari perayaan` bagi para ilmuwan untuk mengeksplorasi berbagai banyak hal.

Kejadian ini pun menjadi kesempatan bagi para ilmuwan untuk mengeksplorasi langkah-langkah apa yang mungkin suatu hari harus mereka ambil jika batu ruang angkasa yang besar akan pernah mengancam kelangsungan hidup Bumi.

Pada Konferensi Pertahanan Planet tahunan yang diadakan di Maryland, para ilmuwan membahas berbagai peluang penelitian luas yang akan diberikan oleh asteroid flyby, sambil menawarkan wawasan tentang apa yang masyarakat umum dapat harapkan ketika batu itu melintas.

Satu catatan yang sangat menarik adalah bahwa asteroid selebar 1.100 kaki akan melintas begitu dekat dengan Bumi sehingga akan terlihat tanpa membutuhkan teleskop.

Asteroid itu akan cukup terang sehingga para ilmuwan mengatakan itu akan dengan mudah terlihat dengan mata telanjang, tampak mirip dengan bintang di langit malam, hanya bergerak sangat cepat.

Penting untuk diingat bahwa Apophis tidak menimbulkan risiko bagi Bumi selama perjalanannya pada 2029. Jalurnya telah diplot dan dipelajari dengan sangat terperinci dan jelas pada titik ini bahwa tidak ada kemungkinan ia mengenai Bumi setidaknya pada tahun 2029.

Melihat ke masa depan, akan lebih sulit untuk memprediksi lintasan batu luar angkasa karena potensi Bumi, gravitasi yang mengubah arahnya.

1,3 Juta Orang Tewas

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melakukan membuat skenario simulasi jika asteroid menumbuk Bumi.

Dalam skenario itu diandaikan asteroid berhasil dicegah menumbuk Bumi, tapi ternyata sebagian pecahan asteroid itu meluncur ke kota New York.

Pecahan asteroid ini memiliki lebar 60 meter ini diprediksi akan jatuh di kota New york. Apabila benar terjadi tumbukan, maka New York akan ditabrak dengan kekuatan energi 1000 kali lipat lebih kuat dibandingkan bom atom di Hiroshima pada Perang Dunia Kedua silam.

Asteroid akan meratakan Central Park dan Manhattan. Bahkan asteroid akan mencabut nyawa 1,3 juta jiwa penduduk New York.

Skenario ini diungkapkan dalam Planetary Defense Conference pada April lalu di Washington. Konferensi ini menarik perhatian ahli astronomi, akademisi, hingga ahli bencana yang sangat ingin mengetahui tindakan otoritas apabila asteroid menuju Bumi.

Para ahli ingin mengetahui langkah mitigasi apa yang dilakukan apabila ada asteroid mematikan yang mendekati Bumi.

NASA, Federal Emergency Management Agency, dan lembaga federal lainnya dalam simulasi diberikan waktu delapan tahun untuk mencoba dan menghentikan asteroid dari menabrak Bumi.

Tetapi ketika NASA dan badan-badan antariksa di seluruh berusaha untuk membelokkan jalur asteroid malah menyebabkan pecahan asteroid yang menuju New York.

Selama simulasi, asteroid dengan ukuran 140 hingga 260 meter itu akan mengenai Bumi di dekat kota Denver. Ketika badan antariksa membelokkannya menggunakan "penabrak kinetik" yang menyerupai pesawat ruang angkasa dengan kecepatan tinggi yang dirancang khusus untuk menabrak asteroid untuk keluar dari jalur asteroid.

Akan tetapi, tumbukan antara penabrak kinetik dengan asteroid malah menghasilkan pecahan asteroid berukuran 165 hingga 260 kaki (50 hingga 80 meter).

Kemudian 10 hari sebelum tumbukan, badan antariksa baru mengetahui bahwa asteroid menuju New York dengan kecepatan 43.000 mil per jam atau 19 kilometer per detik.

Dengan kecepatan tersebut, tumbukan akan menghasilkan energi sebesar 5 hingga 20 megaton. Sebagai perbandingan, bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki hanya menciptakan energi 0,04 megaton.

NASA kemudian mengatakan satu-satunya cara untuk menyelamatkan warga New York adalah dengan cara mengevakuasi seluruh kota. NASA mengatakan resiko tumbukkan asteroid memang rendah, tapi langkah mitigasi harus tetap dipersiapkan.

Pasalnya Direkut Pusat Studi Objek Dekat Bumi (Near Earth Object atau NEO) Paul Chodas mengatakan skenario tumbukan asteroid dengan kota besar itu tidak mungkin terjadi. Bahkan ia berspekulasi jika asteroid akan menabrak Bumi, maka asteroid akan jatuh di lautan.

"Kami bisa saja membuat (skenario dimana) asteroid itu jatuh di Youngstown, Ohio, atau Lincoln, Negraska, atau Fairfield, Iowa," jelas profesor fisika dari Universitas New Mexico Mark Boslough. "Tapi itu tidak akan semenarik seperti New York," lanjutnya, seperti dikutip NBCNews.

"Kita perlu menantang diri kita sendiri dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit. Setiap hari kita bertanya, bagaimana jika? Anda tidak akan belajar apa pun jika Anda tidak mempelajari kasus terburuk yang mungkin terjadi setiap hari," ujar Chodas, seperti dikutip Business Insider.

Keyword Asteroid