press enter to search

Senin, 20/05/2019 11:22 WIB

Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara Amerika, Mereka Jalani Puasa

| Sabtu, 11/05/2019 18:09 WIB
Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara Amerika, Mereka Jalani Puasa Fasilitas beribadah bagi napi di Arlington, Virginia (Foto: VOA/videograb)

NEW YORK (aksi.id) - Tidak asing lagi bahwa lembaga pemasyarakatan lokal, negara bagian maupun federal dilaporkan telah memberikan kontribusi pada kenaikan jumlah pemeluk Agama Islam di Amerika.

Berbagai sumber memberitakan bahwa lembaga pemasyarakatan atau penjara lokal, negara bagian, dan federal menjadi penyumbang bagi pertumbuhan Islam di Amerika Serikat, selain imigrasi dan program penerimaan pengungsi.

Harian New York Times pernah melansir bahwa narapidana muslim mencakup 17-20 persen populasi penjara di negara bagian New York.

Dilaporkan bahwa 80 persen narapidana yang “menemukan agama baru” adalah mereka yang masuk agama Islam. Tren pindah agama dalam penjara ini telah berlangsung beberapa lama dan terjadi di seluruh negara bagian di Amerika.

Selama Ramadan, para narapidana muslim di penjara-penjara Amerika juga menjalankan ibadah puasa dengan khusuk, seperti juga di penjara-penjara di negara bagian New York.

Dari pengamatan New York Times pada suatu malam bulan Ramadan, ketika suara azan berkumandang untuk sholat magrib, para narapidana muslim di penjara Sing Sing di distrik setingkat kabupaten, Westchester County, mulai berbuka dengan segelas air putih.

Program Dukungan Bagi Napi Muslim yang digelar oleh Organisasi Muslim Islamic Circle for North America (ICNA). (Foto: VOA/videograb)
Program Dukungan Bagi Napi Muslim yang digelar oleh Organisasi Muslim Islamic Circle for North America (ICNA). (Foto: VOA/videograb)

Mereka kemudian menikmati apel, keripik dan jus. Setelah itu, mereka masuk ke dalam masjid, bergabung dengan para narapidana muslim lainnya, menghadap kiblat dan melakukan sholat magrib.

Lembaga Pemasyarakatan Sing Sing, yang merupakan penjara dengan keamanan maksimal, menampung lebih dari 1.600 narapidana dari berbagai jenis kejahatan.

Seperti dilansir oleh New York Times, imam penjara tersebut, Jon Young, mengatakan bahwa 80 persen narapidana muslim di Sing Sing baru pindah ke agama Islam setelah berada dalam penjara itu.

“Islam memiliki disiplin yang tidak mereka miliki sebelumnya,” kata Young. “Mereka memiliki persaudaraan sejati. Mereka saling melindungi,” tambahnya.

Di seluruh negara bagian New York, hampir 6.000 narapidana beragama Islam. Selama bulan Ramadan, narapidana ini dijamin oleh undang-undang federal untuk menunaikan kewajiban keagamaan mereka, termasuk makan hanya antara matahari terbenam dan matahari terbit, mandi sekali sehari dan sholat lima kali sehari.

Penjara-penjara di New York mengikuti petunjuk rinci dan sistematis yang mewajibkan pemberian makan selama Ramadan pada waktu yang tepat.

Pihak penjara juga memfasilitasi berbagai kebutuhan lainnya bagi mereka yang menjalankan ibadah selama bulan suci ini. Lapas Sing Sing dikenal memiliki program-program terbaik terkait agama Islam  

 

Penjara Sing Sing memiliki masjid sendiri dan memfasilitasi rukun sholat lima kali sehari serta berbagai pelajaran tentang agama Islam.

Di lapas Sing Sing pula, program-program terkait Ramadan dan jadwal makan diatur sedemikian rupa sehingga bahkan non-muslim seringkali minta ikut ambil bagian.

Penjara itu menampung sekitar 250 muslim, yang semuanya diberi makan setelah matahari terbenam dan satu kantong khusus bekal makanan untuk suhur. Bahkan, para narapidana muslim yang berada di ruang-ruang isolasi pun mendapat jatah yang sama.

Setiap tahun, para narapidana muslim di penjara ini mengorganisir penggalangan dana. Mereka menggunakan sebagian dana yang dikumpulkan untuk membiayai program-program agama Islam di penjara itu, Mereka juga memberikan sebagian dari uang yang dikumpulkan untuk amal jariah. [lt/uh]

Sumber: New York Times, berbagai sumber/VOA