press enter to search

Selasa, 23/07/2019 12:41 WIB

4 Anaknya Masih Kecil, Neneng Menangis Minta Keringanan Hukuman

Redaksi | Rabu, 15/05/2019 15:58 WIB
4 Anaknya Masih Kecil, Neneng Menangis Minta Keringanan Hukuman Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin. (ist)

BANDUNG (Aksi.id) - Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin menyampaikan pledoi atau pembelaan dalam sidang lanjutan kasus suap izin Meikarta. Ia meminta keringanan hukuman karena sudah kooperatif dan menyerahkan hasil suap kepada lembaga KPK.

Neneng menyatakan siap menanggung risiko akibat perbuatannya. Namun, tuntutan hukuman dari jaksa selama 7,5 tahun penjara dinilai sangat memberatkan.

Dengan masa tahanan tersebut, dia akan kesulitan mengurus anak-anaknya yang masih kecil.

Apalagi, selama kasus ini berlangsung, Neneng mengatakan sudah terpisah dengan keluarganya karena dia ditahan mulai dari Rutan KPK di Jakarta hingga di Rutan Perempuan Bandung.

"Anak pertama berusia 6 tahun, kedua 5 tahun, ketiga masih 1 tahun 5 bulan dan ke empat masih (bayi) berusia 26 hari. Hukuman ini akan terasa berat bagi saya karena terpisah jauh dengan anak-anak saya, apalagi saat ini golden age mereka," ujar Neneng di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (15/5/2019).

"Dengan ini saya mohon maaf dan kepada majelis hakim berkenan memberi hukuman seringan-ringannya dan untuk ke jaksa penuntut umum tidak berikan tuntutan lebih jauh lagi supaya saya bisa berkumpul dengan keluarga dan mengurus anak," tambahnya.

Dalam persidangan, sambil menangis, Neneng mengaku kasus suap yang berujung masalah hukum ini membuatnya kapok. Ia pun meminta maaf kepada masyarakat dan seluruh ASN Pemkab Bekasi.

"Saya juga akui perbuatan saya sebagai kepala daerah yang menerima uang terkait Meikarta itu salah," ujarnya.

Maka dari itu, sebagai bentuk penyesalan, selama proses penyidikan maupun saat jadi saksi, semua informasi yang dibutuhkan penyidik diberikan secara kooperatif dan konsisten. Termasuk mengembalikan uang yang ia terima untuk mempermudah proses penyidikan.

"Semua saya lakukan untuk mendapatkan hukuman seringan-ringannya, semoga majelis hakim berkenan pertimbangkan hal itu," pungkasnya. (ds/sumber merdeka)