press enter to search

Kamis, 27/06/2019 00:54 WIB

Raja Belanda Ikut Berbuka Puasa

Redaksi | Jum'at, 17/05/2019 23:19 WIB
Raja Belanda Ikut Berbuka Puasa Raja Belanda Willem-Alexander mengikuti acara buka bersama. Foto: Twitter/@achahbarmo

Aksi.id - Raja Belanda Willem-Alexander untuk pertama kali dalam hidupnya ikut berbuka puasa.

Raja secara tak terduga hadir ikut duduk satu meja bersama warga di kawasan multikultural Transvaal di Den Haag, Kamis malam, demikian Algemeen Dagblad  dikutip kumparan Den Haag, Jumat (17/5) WIB.

 Berbuka puasa merupakan saat meriah di mana warga muslim setelah matahari terbenam makan bersama selama bulan Ramadan. Begitu matahari terbenam, sekitar 900.000 warga muslim di Belanda mulai santap hidangan dengan kombinasi tradisional susu dan kurma.

Salah satu yang mendadak dikunjungi Raja adalah warga muslim di Transvaal yang sedang berbuka puasa bersama di buurthuis (gedung pusat kegiatan warga) Mandelaplein, Den Haag. Untuk Raja Willem-Alexander juga dihidangkan kurma, sama dengan warga lainnya.

Raja duduk berdialog dengan warga di empat meja yang berbeda-beda, seraya ikut santap berbuka puasa dari hidangan pembuka berupa susu dan kurma, lalu sup harira (yakni sup khas Maroko) sampai hidangan penutup.

Warga sendiri sebelumnya tidak tahu kalau Raja akan hadir ikut menyantap hidangan buka puasa bersama mereka. Kedatangan Raja Willem-Alexander memang sangat dirahasiakan karena Raja tidak menghendaki warga jadi grogi atas kehadirannya.

Raja nampaknya berhasil dengan pendekatannya itu. Gelak tawa membuncah ketika seorang warga mengatakan bahwa dia hanya bisa berbahasa Spanyol, yang langsung dijawab Raja dengan, “Saya memahaminya".

Ketakjuban dikunjungi mendadak oleh seorang Raja langsung mencair menjadi rasa percaya dan kebersamaan. Seorang pegiat kepemudaan Nadir Abdel Moumen tiba-tiba bisa duduk semeja dengan Raja di sampingnya.

“Ya, ketika itu harus mencari bahan pembicaraan. Apakah harus yang elegan? Atau politik? Pencarian berakhir manakala Raja bercerita mengenai tempat-tempat di Maroko yang pernah beliau kunjungi,” ujar Moumen.

Kepada Moumen, Raja Willem-Alexander juga mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama kepala negara Belanda itu mengunjungi acara buka puasa bersama dengan warga.

Sementar itu warga lainnya, Cansu Alkurt, seorang perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai asisten pengajar sekolah TK, mengaku masih merasa gemetar atas kenyataan tak terduga bisa duduk di samping seorang Raja.

“Saya tak pernah membayangkan bisa bertemu dengan Raja dan kini dia malah datang sendiri menemui saya. Sungguh luar biasa,” tutur Alkurt.

Dengan pemegang tahta Belanda itu dia mendiskusikan mengenai pentingnya perkembangan bahasa anak-anak dan orang tua mereka.

“Raja menunjukkan kesan beliau tidak pandang bulu bahwa kami ini migran. Kami jadi merasa penting Raja telah berkenan datang berkunjung tempat kami,” imbuh Alkurt.

Acara buka puasa bersama itu juga dihadiri warga sekitar yang non-muslim. Solidaritas satu sama lain dan dengan lingkungan sekitar merupakan bagian penting dari semangat bulan Ramadan.

(ny/Kumparan.com)