press enter to search

Kamis, 27/06/2019 01:43 WIB

Prabowo Kalah di DKI, Saksi Enggan Tandatangan Hasil Rekap KPU

Redaksi | Jum'at, 17/05/2019 23:57 WIB
Prabowo Kalah di DKI, Saksi Enggan Tandatangan Hasil Rekap KPU Rekap DKI Jakarta. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Saksi dari kubu paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tidak mau menandatangani hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU DKI Jakarta. Mereka lebih memilih mengisi form DC2 berisi nota keberatan.

Diketahui, Jokowi - Ma`ruf memperoleh 52 persen suara, sementara Prabowo - Sandi mendapat 48 persen suara berdasarkan perhitungan KPU DKI Jakarta.

Saksi Prabowo - Sandi, Ahmad Fauzi, mengatakan, pihaknya memiliki data berbeda soal jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Atas dasar itulah dia enggan menandatangani.

"Kita melihat ada kurang sinkron angka kita minta form keberatan aja," ucap Fauzi di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (17/5).

Diketahui, Daftar Pemilih Khusus adalah daftar warga yang memiliki hak pilih tapi tidak terdata dalam DPT. Mereka bisa memilih cukup dengan membawa e-KTP di TPS terdekat sesuai alamat pada e-KTP.

Fauzi menduga ada kejanggalan. Dia menjelaskan bahwa jumlah DPK mencapai sekitar 225 ribu orang. Mereka mendaftar di TPS pukul 12.00 WIB.

Fauzi curiga ketika jumlah partisipasi pemilih yang terdaftar dalam DPK mencapai 98 persen. Menurut dia hal itu tidak lazim.

"Sejarah pemilih dunia, itu paling tinggi 78 persen. Ini mendekati 98 persen, itu yang kami curigakan membuat kami menolak," ucap Fauzi usai perhitungan suara.

Meski begitu, KPU DKI Jakarta tetap mengesahkan hasil perhitungan suara tingkat provinsi. Jokowi - Maruf meraih 52 persen atau 3.279.547 suara. Sementara Prabowo - Sandi memperoleh 48 persen atau 3.066.137 suara.

Jokowi - Ma`ruf menang di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu. Sisanya, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, Prabowo - Sandi memperoleh suara lebih banyak. (ds/sumber CNN Indonesia)