press enter to search

Selasa, 12/11/2019 08:45 WIB

Tausyiah Tarawih di Masjid Alfatah Dibahas Soal Ruwaibidhah dan Al-Wahan

| Rabu, 22/05/2019 19:40 WIB
Tausyiah Tarawih di Masjid Alfatah Dibahas Soal Ruwaibidhah dan Al-Wahan Di masjid di RW 14, Kompleks Pondok Hijau Permai, Kelurahan Pengasinan, Kota Bekasi, Rabu (22/5/2019), penceramah dengan komunikatif dan energik menyajikan hadis-hadis yang kontekstual dengan kondisi kontemporer di Indonesia.

BEKASI (aksi.id) - Tausyiah berupa kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid Alfatah menyentuh sejumlah hadis antara lain tentang ruwaibidhah dan al-wahan.

Di masjid di RW 14, Kompleks Pondok Hijau Permai, Kelurahan Pengasinan, Kota Bekasi, Rabu (22/5/2019), penceramah ustadz Ahmad Syaefudin, MPdI, dengan komunikatif dan energik menyajikan hadis-hadis yang kontekstual dengan kondisi kontemporer di Indonesia. 

Berikut dua hadis yang disampaikan penceramah asal Bogor dan tinggal di kawasan Kranji, Kota Bekasi, tersebut.

Suatu hari, Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menyampaikan fenomena akhir zaman yang pernah didengar langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

سَيَأْتِيَ عَلَى الناَّسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (HR. Hakim)

Hadits ini menunjukkan bahwa saat nilai sudah tumpang tindih dan tak begitu diindahkan: orang bohong dianggap jujur; orang jujur dianggap bohong; pengkhianat dianggap amanah; orang amanah dianggap pengkhianat. Di situlah muncul zaman Ruwaibidhah, yang dijelaskan nabi sebagai orang bodoh (pandir, dungu) tapi mengurusi orang umum.

Secara bahasa, Al-Jauhari berkata bahwa, “Ruwaibidhah adalah orang yang bodoh dan hina.” Sementara Ibnu Atsir –selain keduanya- menambahkan kata “khasiis” (buruk, rendah dan keji). Secara bahasa –masih menurut Ibnu Atsir- kata “Ruwaibidhah” adalah bentuk “tashghir” (ungkapan kecil) dari kata “Rabidhah” yaitu orang lemah (bodoh) yang mengurusi urusan-urusan penting di ranah publik. Tambahan kata “ta marbutha” di akhirnya untuk menambahkan tekanannya.

Dalam hadits-hadits yang semakna selain riwayat Abu Hurairah –seperti: Anas bin Malik dan  Auf bin Malik- setidaknya ada tujuh ciri yang mensifati Ruwaibidhah:

Pertama, orang bodoh yang membicarakan urusan publik.

Kedua, orang rendahan.

Ketiga, orang “fuwaisiq” (fasik hina) yang berbicara urusan publik.

Keempat, orang fasik berbicara urusan umum.

Kelima, rendah, tidak dihiraukan (tak teranggap).

Keenam, orang bodoh yang berbicara urusan orang banyak.

Ketujuh, orang hina di kalangan masyarakat.

Penyakit Akhir Zaman

Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallammengabarkan bahwa kelak di masa yang akan datang ummat Islam akan berada dalam keadaan yang sedemikian buruknya sehingga diumpamakan sebagai laksana makanan yang diperebutkan oleh sekumpulan pemangsanya. Lengkapnya hadits tersebut sebagai berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

 

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabishollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)

Keyword Masjid Alfatah