press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 03:11 WIB

Operasi Ketupat Musi 2019, Penembak Jitu Disebar di Jalur Rawan Sumsel

Redaksi | Jum'at, 31/05/2019 05:45 WIB
Operasi Ketupat Musi 2019, Penembak Jitu Disebar di Jalur Rawan Sumsel Jalan Tol Tras Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Desa Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Palembang (aksi.id) -- Polda Sumatera Selatan menyiagakan satu peleton atau 30 personel penembak jitu di sepanjang jalur mudik wilayah tersebut dalam Operasi Ketupat Musi 2019.

Selama arus mudik lebaran 2019, penembak jitu akan ditempatkan di lokasi rawan sepanjang jalur mudik seperti jalan tol fungsional, lintas tengah (jalinteng) dan lintas timur (jalintim) Sumatra.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan para penembak jitu tersebut berasal dari satuan Brimob Polda Sumsel yang ditempatkan di beberapa lokasi.
 
Dia menyatakan setiap titik rawan akan dijaga oleh 1-3 personel penembak jitu agar pemudik aman.

"Pelaku kejahatan kepada orang yang mudik, begal, bajing loncat saya akan sikat betul. Prioritas kami adalah keamanan bagi pemudik," ujar Kapolda usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Musi 2019 di pelataran Mapolda Sumsel, Palembang, Selasa (28/5).

Secara keseluruhan dalam Operasi Ketupat Musi 2019 yang berlangsung 29 Mei-10 Juni itu melibatkan 5.000 pasukan gabungan.

Zulkarnain menjelaskan, sebanyak 139 pos pengamanan didirikan di sepanjang jalur mudik lebaran 2019 yang ada di Sumsel, baik di jalur arteri maupun di jalur penghubung.

Kepolisian pun bekerja sama dengan instansi lainnya seperti TNI, Dishub, dan Dinkes untuk siaga di pos pengamanan tersebut. Pemudik yang merasa kelelahan diperkenankan untuk beristirahat di pos pengamanan yang sudah disediakan, rest area dan pelayanan kesehatan.

"Kita pun terus pantau kondisi arus mudik dan jalannya setiap saat. Kita koordinasi dengan Balai Jalan dan lain terkait rehabilitasi jalan. Saat ini masih ada beberapa titik yang sedang proses perbaikan, itu nanti ada pak polisi yang mengatur lalu lintas supaya enggak terjadi kemacetan," ujar dia.

Selain itu, sambung Zulkarnain, polisi tetap akan melakukan pengamanan di gereja-gereja saat Hari Raya Kenaikan Isa Almasih. Petuga Bhabinkamtibmas dan petugas patroli akan disiagakan di hari raya tersebut.

"K9 kita sebar di pelabuhan, bandara, terminal. K9 untuk pelacak umum dan deteksi narkoba kita sebar di beberapa titik tersebut," kata dia.
(ny/CNNIndonesia)