press enter to search

Kamis, 27/06/2019 00:53 WIB

Terbawa Gelombang, Kapal Persada Mutiara Bawa Penumpang Arus Balik Kandas di Dekat Bakauheni

Redaksi | Jum'at, 07/06/2019 13:23 WIB
Terbawa Gelombang, Kapal Persada Mutiara Bawa Penumpang Arus Balik Kandas di Dekat Bakauheni Kapal Persada Mutiara yang kandas. (ist)


MERAK (Aksi.id) - Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Persada II yang berlayar dari Pelabuhan Merak, Banten menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, terbawa arus dan kandas di perairan Pulau Rimau. Tim Basarnas berhasil mengevakuasi ratusan penumpang KMP Mutiara Persada.

"Kejadiannya pukul 04.15 WIB tadi pagi," kata Kepala SAR Pelabuhan Bakauheni, Jumat (7/6).

Menurut Feri, KMP Mutiara Persada II yang sudah masuk alur Pelabuhan Bakauheni terbawa arus sampai ke perairan Pulau Rimau Balak. Jarak antara Pulau Rimau Balak dengan Pelabuhan Bakauheni sekitar satu mil laut atau sekitar 1,85 km.

"Karena arusnya kuat pada subuh tadi sehingga kapal terbawa arus dan kemudian kandas," jelasnya.

Dia menjelaskan Basarnas dan tim penyelamat lainnya telah melakukan penanganan dengan mengevakuasi para penumpangnya ke Pelabuhan Bakauheni.

"Kami lakukan evakuasi dengan kapal Basudewa Basarnas dan Kapal RIP 02 Lampung, kami juga dibantu Satpol Air," ujarnya.

Menurut dia, langkah evakuasi dilakukan agar penumpang tidak menunggu lama di atas kapal mengingat kapalnya masih kandas.

"Setelah semua penumpang dievakuasi, langkah selanjutnya kita akan evakuasi kapal yang kandas menggunakan tag boat," terangnya.

Total penumpang KMP Persada Mutiara sekitar 516 orang. "Yang baru bisa kita evakuasi sekitar 300 orang, ini kita masih melakukan evakuasi," katanya.

Terkait kondisi penumpang, kata Feri, secara umum semua dalam kondisi baik, namun ada sejumlah penumpang ada yang sakit.

Humas PT ASDP Bakauheni Saifulilahil M Harahap mengatakan sejumlah penumpang yang dievakuasi sudah tiba di Pelabuhan Bakauheni.

Mereka ditempat kan di ruang tunggu. "Mereka sudah dievakuasi, untuk sementara kita tempatkan di ruang tunggu," katanya. (ds/sumber antara/CNN)