press enter to search

Jum'at, 20/09/2019 16:34 WIB

Bencana Alam Terjang Maluku: Bangunan Rusak hingga Jembatan Ambruk

Redaksi | Sabtu, 08/06/2019 16:21 WIB
Bencana Alam Terjang Maluku: Bangunan Rusak hingga Jembatan Ambruk Jembatan rusak di Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (ist)


MALUKU (Aksi.id) - Momen Hari Raya Idul Fitri di Provinsi Maluku diwarnai guyuran hujan deras dan terjangan angin kencang di sejumlah wilayah. Pulau Ambon dan Pulau Seram jadi contoh wilayah terdampak. Setidaknya begitulah hasil pantauan yang terjadi di Maluku sejak Kamis (6/6).

Sampai Sabtu (8/6), setidaknya, ada tiga kawasan di Kota Ambon yang rumah-rumah warganya tertimbun longsor. Tiga daerah itu adalah Negeri Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon Dalam (TAD); Batu Meja, Kecamatan Sirimau; dan Bere-Bere.

Beranjak ke kawasan Batu Merah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon terkena dampak dari fenomena pergeseran tanah. Akibat dari bencana itu, tiga bangunan kampus IAIN Ambon mengalami keretakan, yakni gedung auditorium, perpustakaan kampus, dan satu bangunan lainnya.

Selain longsor, angin kencang dan hujan deras juga menyebabkan pohon-pohon yang berada di beberapa ruas jalan di Kota Ambon tumbang, terutama di Kecamatan Sirimau. Beberapa di antaranya adalah jalanan di Kelurahan Batu Gajah; jalanan di kawasan Apotik Valantine, Kelurahan Ahusen; dan jalanan di depan Gedung Baileo Siwalima, Kelurahan Amantelu.

Pulau Seram

Pulau Seram juga ditimpa bencana alam. Tiga kabupaten, yakni Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah, merasakan dampak dari hujan deras.

Di Kabupaten SBT, air Sungai Masiwang meluap, sehingga akses transportasi menuju Bandara Kufar dan beberapa Kecamatan, seperti Kecamatan Tutuk Tolo, Kiandarat, Liang Fitu, dan lainnya, jadi lumpuh total. Sementara di Kecamatan Kota Bula, air Sungai Waigondal meluap dan mengakibatkan perumahan warga setempat direndam banjir.

Di Kabupaten SBB, Jembatan Waikaka yang terletak di perbatasan Kecamatan Elpaputih dan Kecamatan Amalatu mengalami ambles. Akibatnya, transportasi darat menuju Kecamatan Kairatu dan Waipirit jadi lumpuh total.

Hal yang sama juga dirasakan oleh warga Desa Taniwel, Kecamatan Taniwel Timur. Jembatan Wai Kaiputi yang biasa dilalui warga mengalami kerusakan dan posisinya jadi miring akibat terkena arus air sungai yang deras. Akibatnya, warga yang hendak menjalankan aktivitas menuju Kota Piru dan Kairatu menjadi terhambat.

Terkait musibah bencana alam yang menimpa Pulau Ambon dan Pulau Seram tersebut, pihak Dinas Kominfo Kota Ambon mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati hingga beberapa hari ke depan, terutama bagi mereka yang beraktivitas dan bermukim di dekat area rawan bencana, seperti dekat sungai, maupun di wilayah pegunungan atau perbukitan. (ds/Sumber Lentera Maluku/kumparan)