press enter to search

Kamis, 12/12/2019 23:38 WIB

Biksu Radikal Anti-Muslim Jadi Buronan Pemerintah Myanmar

| Minggu, 09/06/2019 23:12 WIB
Biksu Radikal Anti-Muslim Jadi Buronan Pemerintah Myanmar Seorang hakim di Pengadilan Distrik Yangon Barat mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Wirathu, yang disebut-sebut oleh majalah Time sebagai

YANGON (aksi.id) - Pengadilan Myanmar resmi menjadikan seorang biksu radikal yang anti-Muslim sebagai "buron".

Seorang hakim di Pengadilan Distrik Yangon Barat mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Wirathu, yang disebut-sebut oleh majalah Time sebagai "Wajah Teror Buddha" karena sentimennya terhadap umat Muslim.

Surat itu dikeluarkan setelah Wirathu tak kunjung menampakkan diri di pengadilan pada Selasa, kata Kolonel Myo Thu dari markas polisi di Nay Pyi Taw.

"Artinya, pengadilan mengklasifikasikannya sebagai buron, dan siapa pun - tidak terbatas pada polisi - dapat menangkapnya," kata Kolonel Myo Thu dari markas polisi di Nay Pyi Taw kepada Anadolu Agency, Selasa.

Dalam surat pengadilan disebutkan bahwa polisi harus membawa Wirathu ke negara itu sebelum 11 Juni.

Biksu Wirathu dikenai dakwaan penghasutan, sehingga dia dapat dikenai hukuman penjara seumur hidup, denda, atau keduanya.

Wirathu sempat berkoar kepada media setempat bahwa dia akan menghadapi dakwaan itu, tetapi kemudian berubah pikiran dan terus bersembunyi.

Menurut Radio Free Asia Burma, Wirathu saat ini mencari pelarian ke kelompok pemberontak bersenjata di Negara Bagian Kayin yang berbatasan dengan Thailand.

Wirathu berperan besar dalam menyebarkan sentimen anti-Muslim di antara umat Buddha di Myanmar, sejak kekerasan komunal meletus di Negara Bagian Rakhine pada pertengahan 2012.

Rohingya refugees in Palang Khali, Bangladesh after fleeing Myanmar through the Naf river.

ROHINGYA CRISIS

 ROHINGYA CRISIS

ROHINGYA CRISIS
 
image

 

Rohingya

 

 

 

Keyword Rohingya Biksu