press enter to search

Minggu, 21/07/2019 11:15 WIB

Bagini Aksi Radikal FPI Bantu Korban Banjir Samarinda & Morowali

| Rabu, 12/06/2019 02:27 WIB
Bagini Aksi Radikal FPI Bantu Korban Banjir Samarinda & Morowali Banjir besar, yang melanda dua kabupaten, itu mendorong ormas tersebut terjun membanru warga. Tidak hanya, mengevakuasi korban, FPI juga menyalurkan logistik untuk warga.

SAMARINDA (aksi.id) - Relawan ormas Front Pembela Islam (FPI) membantu mengevakuasi korban banjir di Samarinda, Kalimantan Timur, dan Morowali, Sulawesi Tengah.

Banjir besar, yang melanda dua kabupaten, itu mendorong ormas tersebut terjun membanru warga. Tidak hanya, mengevakuasi korban, FPI juga menyalurkan logistik untuk warga.

Akun Twitter @FPI_BelaIslam, yang dipantau aksi.id, memperlihatkan aksi kemanusiaan,  ormas yang kerap dituding radikal dan intoleran, tersebut. 

Aksi kemanusiaan tersebut menjadi daftar panjang aksi radikal FPI membantu korban bencana di tanah air. Mereka selalu hadir, bahkan menjadi relawan pertama datang di lokasi bencana untuk membantu warga.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul musibah banjir yang melanda sejumlah daerah di Samarinda. Sejumlah kebutuhan masih diperlukan untuk warga yang mengungsi.

"Insyaa Allah dapur umum dan makanan siap santap bagi para pengungsi tengah disiapkan dan akan segera kami distribusikan. Sejauh ini yang masih menjadi kebutuhan mendesak yakni logistik dan makanan," ungkap Muhammad Iqbal selaku program ACT Kaltim dalam keterangannya, Selasa (6/6/2019).

Sementara itu Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kaltim Nuraini berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait untuk memantau debit air di pintu Bendungan Benanga secara berkala, serta mengunjungi pemukiman yang terkena dampak untuk mengevakuasi warga. 

Sebagian warga ada yang dievakuasi ke rumah sanak saudaranya di wilayah bebas banjir ataupun ke posko darurat dan ada pula yang masih bertahan di rumahnya. Hingga kini tim MRI-ACT Kaltim masih terus memantau dan mendampingi para warga terdampak banjir untuk kemudian mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan mendesak di lokasi.

Berdasarkan pemantauan tim MRI-ACT Kalimantan Timur, ketinggian air telah mencapai 25 cm hingga 1 m atau rata-rata setinggi sepinggang orang dewasa.

"Target kami mendirikan dapur umum untuk asupan pangan yang konsisten bagi para korban terdampak banjir," jelasnya.

Keyword FPI