press enter to search

Rabu, 13/11/2019 01:57 WIB

Begini Video Kapal Tanker Terbakar Akibat Terkena Torpedo

| Kamis, 13/06/2019 21:33 WIB
Begini Video Kapal Tanker Terbakar Akibat Terkena Torpedo

OMAN (aksi.id) – Api dan asap tebal membumbung daei kapal tanker setekah teekena torpedo di Teluk Oman, dekat dengan Selat Hormuz, Kamis (13/6/2019).

Dua kapal tanker minyak terbakar di teluk di mana lebih dari sepertiga dari pengiriman minyak dunia melewati.

Kapal tanker minyak Front Altair (berbendera Kepulauan Marshall) membawa 75.000 ton naphtha, bahan baku petrokimia, ketika “dicurigai terkena torpedo” sekitar tengah hari waktu Taiwan (0400GMT), Wu I-Fang, seorang senior perusahaan resmi untuk kilang minyak negara Taiwan CPC Corp mengatakan kepada Reuters.

Dia mengatakan semua anggota kru telah diselamatkan.

Kapal tanker lainnya, Kokuka Courageous, yang dioperasikan oleh Jepang (bekerja di bawah bendera Panama), juga rusak dalam insiden itu, kata juru bicara manajer kapal BSM Ship Management (Singapura).

Juru bicara itu mengatakan 21 awak telah meninggalkan kapal setelah insiden itu, yang mengakibatkan kerusakan pada lambung kanan kapal. Master dan kru dengan cepat diselamatkan dari sekoci Pesisir Ace, kapal terdekat.

Yutaka Katada, presiden operator kapal tanker Kokuka Sangyo, mengatakan di TV Jepang bahwa pihaknya telah mendengar laporan pada jam 6 pagi waktu setempat bahwa “kapal kami diserang oleh sebuah peluru”.

IMG-20190613-WA0018

20190613_202141

Dia menambahkan: “Shell menabrak bagian dekat dengan mesin. Ia menembus panel luar dan mendekati pelat besi ruang mesin, menciptakan percikan api, yang kemudian menyebabkan kebakaran.”

Menurut sumber yang dikutip oleh IRNA, kantor berita negara Iran, tim pencarian dan penyelamatan Iran mengambil 44 pelaut dari dua kapal tanker yang rusak dan membawa mereka ke pelabuhan Jask Iran.

Kapal-kapal itu sekitar 70 mil laut dari Fujairah dan sekitar 14 mil laut dari Iran.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan Jepang mengatakan kedua kapal tanker itu membawa kargo “Jepang-relatd” pada saat kejadian.