press enter to search

Selasa, 23/07/2019 11:51 WIB

Lion Air Bantah Utang Rp614 Triliun untuk Beli 800 Pesawat Dijamin Pemerintah Indonesia

Redaksi | Jum'at, 14/06/2019 16:24 WIB
Lion Air Bantah Utang Rp614 Triliun untuk Beli 800 Pesawat Dijamin Pemerintah Indonesia

JAKARTA (Aksi.id) – Maskapai penerbangan Lion Air diterpa kabar memiliki utang sebesar Rp614 triliun untuk pembelian ratusan jenis pesawat Boeing. Bahkan, jumlah tersebut disebut-sebut dijamin oleh pemerintah RI.

Menanggapi isu tersebut, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Putra mengatakan informasi tersebut sama sekali tidak benar.

“Informasi utang atau berpotensi utang serta akan menjadi beban pihak lain adalah tidak benar,” kata Danang dalam keterangan resmi perusahaan, Kamis (13/6/2019).

Danang membenarkan pihaknya telah melakukan pemesanan armada (order) lebih dari 800 pesawat udara dari berbagai pabrikan pesawat (aircraft manufacture) di seluruh dunia.

Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud dan sudah mengoperasikannya di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Meski begitu, menurut dia, pendanaan dalam pengadaan pesawat udara dilakukan menggunakan berbagai metode atau cara.

“Tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana. Kemudian pesanan pesawat udara tersebut, tidak semua akan dioperasikan di Indonesia,” kata dia.

Danang melanjutkan, pengadaan pesawat tidak dijamin oleh siapapun dan tidak menjaminkan siapapun, kecuali Lion Air sendiri yang bertanggungjawab atas pengadaan pesawat yang dilakukan dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli. Adapun apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan adanya jaminan.

“Saat ini, kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan berjalan lancar,” klaim Danang.

“Lion Air menegaskan sesuai pandangan dan analisis tajam bisnis ke depan, Lion Air bersama anggota Lion Air Group yang lain akan terus melakukan pengembangan bidang usaha dan rute (ekspansi bisnis),” imbuhnya.

Dia menambahkan, terkait adanya penyebaran informasi yang tendensius, menyesatkan dan menyudutkan perusahaan serta pemilik perusahaan, Lion Air sedang mempelajari untuk menentukan langkah-langkah berikutnya.(BeritaTrans.com/adinda) 

Keyword Lion Air