press enter to search

Kamis, 21/11/2019 13:01 WIB

Belajar dari Engkong Kelahiran Setiabudi: Nurman Anky Jadi Muazin, Imam, Juga Ceramah

| Rabu, 19/06/2019 21:49 WIB
Belajar dari Engkong Kelahiran Setiabudi: Nurman Anky Jadi Muazin, Imam, Juga Ceramah

BEKASI (aksi.id) - Usianya sudah di atas 60 tahun. Namun umur sama sekali tak menghalanginya untuk shalat berjamaah di masjid.

Nama lengkapnya Husfani Nurman Anky. Orang sering memanggilnya dengan sebutan `Pak Norman` atau `Pak Angki.`

Di usianya yang terbilang tak lagi muda, dia selalu menyempatkan pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. Bahkan, dia datang lebih awal atau azan belum dikumandangkan.

Di Masjid Alfatah, RW 14, Kompleks Pondok Hijau Permai, Kelurahan Pengasinan, Kota Bekasi, sosok ini selalu hadir saat shalat-shalat wajib. Dia tak pedulikan hujan deras atau sengatan panas matahari.

Ketika belum ada yang siap untuk azan, mantan manajer di dua perusahaan farmasi nasional ini  bersegera berinisiatif menyerukan panggilan shalat. Dengan suara lantang, dia berseru. Tak terlihat lelah setelahnya.

Tidak hanya menjadi muazin (pengumandang azan), dia juga menyediakan dirinya menjadi imam. Seperti halnya saat azan, saat menjadi imam pun suaranya tetap lantang dan tepat melantunkan ayat-ayat Alquran.

Pria kelahiran Setiabudi, Jakarta Selatan, yang menetap di Bekasi, ini bahkan tak segan-segan menyampaikan ceramah saat diminta oleh pengurus masjid. Insinyur lulusan dari Universitas Trisakti ini sebelumnya menjadi ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Alfatah.

Sebagai pengurus yayasan pengelola masjid, Nurman juga rajin mendengarkan ceramah rutin di masjid tersebut.  

Kesehariannya sebagai tenaga ahli di satu kantor, yang tak jauh dari masjid tersebut, dia rajin melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Dia juga mengajarkan teknik membaca Alquran kepada sejumlah pegawai.

Kepada Aksi.id, Rabu (19/6/2019), pria  Betawi yang menguasai bahasa Sunda, Jawa, Palembang, Makassar dan Manado, ini mengaku kesehariannya diisi dengan berbagai aktifitas dalam rangka berharap ridho dari Allah Swt.

"Kita hidup ini harus bermanfaat untuk orang lain dan masyarakat. Kita hidup juga mesti rajin shalat berjamaah di masjid. Jangan pernah ninggalin shalat. Karena shalat yang membedakan orang Islam dengan orang kafir," cerocosnya dengan logat Betawi.

Kakek dengan dua cucu ini juga menegaskan ibadah dan beramal soleh wajib terus dilaksanakan karena manusia tidak.tahu kapan akan dipanggil Sang Khaliq.

"Makanya selagi masih bisa bernafas, ayo bersyukur dengan nikmat Allah. Salah satu cara bersyukur adalah taati perintah Allah dan Rasul-Nya, serta hindarin larangan-Nya. Jangan bangor ente!" ujarnya sambil tertawa lepas.

Tentang sosok pria itu, Ketua DKM Alfatah, Ir. H. Supriyadi, mengemukakan jamaah dan pengurus masjid, bahkan warga harus banyak belajar tentang kecerdasan, kesalihan dan kedermawanan Nurman Anky. 

"Beliau tokoh masyarakat di sini. Amat dihormati. Luar biasanya dari beliau adalah semangat mudanya untuk terus beribadah, berbagi ilmu dan membantu sesama," ungkap Supriyadi.

(awe).

 

Keyword Masjid Alfatah