press enter to search

Minggu, 21/07/2019 11:32 WIB

Begini Saat Kapal Bukit Siguntang Nyaris Tabrak Pulau

| Kamis, 20/06/2019 06:21 WIB
Begini Saat Kapal Bukit Siguntang Nyaris Tabrak Pulau Kapal Pelni, KM Bukit Siguntang.

BALIKPAPAN (aksi.id) – Kapal PT Pelni KM Bukit Siguntang nyaris menabrak satu pulau kecil yakni Pulau Tukung, dekat Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (19/6/2019) sekitar jam 09.00.

Dari video, tampak kapal KM Bukit Siguntang oleng lalu nyaris menabrak Pulau Tukung.

Orang-orang yang berada di dermaga berteriak melihat peristiwa itu.

"Lurus... lurus... lurus woi...," teriak warga di dermaga, yang terekam dalam video tersebut.

"Ya Allah, astaghfirullah.. hampir saja," terdengar suara wanita dalam rekaman video.

Kepala Pelni Cabang Balikpapan Yohannes Banne menjelaskan, kronologis proses kapal tersebut keluar dari pelabuhan Semayang, yaitu saat kapal hendak keluar dari pelabuhan.

Sekitar 40 meter saat nakhoda ingin memutar lurus kemudi untuk keluar dari pelabuhan, tiba-tiba kapal terbawa arus hingga masuk mendekati Pulau Tukung itu.

“Jadi terbawa arus itu kapal sehingga pantat kapal hampir mendekat Pulau Tukung itu,” ungkap Yohannes Banne, Rabu (19/6/2019).

Dia menjelaskan, pada saat itu angin dan arus memang sedang kencang-kencangnya, sehingga kapal pun bisa terbawa arus dan nyaris menabrak pulau kecil tersebut.

Saat ditanya apakah ada indikasi kelebihan muatan atau kelalaian nahkoda kapal, Kepala Pelni Cabang Balikpapan Yohannes Banne dengan tegas membantah adanya kelebihan muatan.

Pasalnya, jumlah penumpang yang diangkut tersebut masih sesuai dengan kapasitas penumpang, yakni 3.274 penumpang yang terdiri dari 1.682 penumpang lanjutan dari Nunukan.

Sedangkan 1.592 penumpang yang naik dari Balikpapan, sementara kapasitas maksimal penumpang yakni 3.325 penumpang.

“Gak ada over kapasitas kita, muatannya aja gak melebihi batas maksimal. Kapal itu tujuannya mau ke pare-pare, Sulsel,” terangnya.

Yohannes Banne juga menambahkan, kondisi fisik nakhoda juga sehat dan kondisi kapal juga layak berangkat. Sehingga dirinya menilai, tidak ada masalah dengan kapalnya.

(fahri/sumber: tribunnews.xom).