press enter to search

Selasa, 19/11/2019 20:23 WIB

Begini Evakuasi Pesawat Batik Malaysia yang Dipakai Malindo Air & Tergelincir di Bandara Husein Sastranegara

| Jum'at, 21/06/2019 10:01 WIB
Begini Evakuasi Pesawat Batik Malaysia yang Dipakai Malindo Air & Tergelincir di Bandara Husein Sastranegara

BANDUNG (BeritaTrans.com) – pesawat Boeing 737-800NG beregistrasi 9M-LCK Batik Malaysia, yang digunakan Malindo Air. Kelar dievakuasi dari runway Bandara Husein Sastranegara,

Kepada BeritaTrans.com dan Aksi.is, Jumat (21/6/2019), Executive General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Sastranegara, Andika Nuryaman, menjelaskan evakuasi pesaqat dilaksanakan  tim terpadu PT Angkasa Pura II, Ditjen Perhubungan Udara dan Lanud Husein Sastranegara mengevakuasi pesawat.

Andika menuturkan dengan dievakuasinya pesawat tersebut, maka bandara dibuka lagi Kamis (20/6/2019) malam, sekitar pukul 21.30.

Pesawat Xpress Air menjalani penerbangan pertama setelah pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara. “Pesawat ini tujuan Padang, Sumatera Barat,” ungkapnya.

Menyinggung tentang 114 penumpang pesawat Malindo Air, Andika mengungkapkan masih diinapkan di hotel. Hari ini, penumpang akan dibawa ke Bandara Soekaeno-Hatta dan akan diterbangkan dari sana ke Kuala Lumpur.

Pelayanan bandara

Sebelumnya diberitakan pihak Bandara Husein Sastranegara bergerak cepat memberikan bantuan kepada penumpang dan kru seusai pesawat Malindo Air tergelincir, Kamis (20/6/2019), pukul 14.20.

Dengan sigap, seluruh petugas terkait mengevakuasi penumpang dan kru dari pesawat. Evakuasi dilaksanakan dengan cepat. Demikian halnya kesiapan petugas PKPPK dan tim medis.

“Kami bersama personel Lanud Husein Sastranegara memberikan pertolongan cepat dan pelayanan terbaik kepada penumpang dan kru,” tutur Executive General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Sastranegara, Andika Nuryaman, kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id.

 

Dia mengungkapkan pihak Malindo Air membawa penumpang dari terminal bandara ke hotel, untuk mendapatkan pelayanan lanjutan.

Kesigapan dan pelayanan seperti itu, dia menegaskan merupakan implementasi dari latihan penanggulangan darurat, yang secara berkala dilaksanakan di Bandara Husein Sastranegara.

“Kami juga mendapatkan arahan serta bimbingan dari komisaris dan direksi PT Angkasa Pura II, serta Ditjen Perhubungan Udara untuk bekerja sesuai regulasi dan melayani pengguna jasa dengan sebaik mungkin,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Andika menegaskan pesawat yang tergelincir terdaftar dalam jadwal penerbangan adalah Malindo Air. “Bahwa Malindo menggunakan pesawat Batik Malaysia, itu pengelolaan di dalam manajemen Lion Group saja. Yang pasti terdaftar di kami, Malindo Air sebagai operator,” cetusnya. (awe).