press enter to search

Selasa, 23/07/2019 11:43 WIB

Nelayan Batang: Pengurusan Pas Kecil di Kemenhub Kini Cepat Kelar

Redaksi | Minggu, 23/06/2019 21:25 WIB
Nelayan Batang: Pengurusan Pas Kecil di Kemenhub Kini Cepat Kelar

PEKALONGAN (Aksi.id) – Ratusan nelayan dari Batang hingga Tegal, tak sabar menunggu kedatangan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP).

Pasalnya para nelayan sudah berdatangan sejak pukul 08.00, hanya untuk menghadiri penerimaan Surat Tanda Kebangsaan Kapal Berat Kurang dari GT 7 (Pas Kecil) dan peralatan keamanan melaut.

“Saya menunggu dari pukul 08.00 bersama nelayan lainnya, tapi Alhamdulilah akhirnya Bapak Menteri bisa menemui kami dan memberikan arahan,” tutur Teguh Prasetyo (40) nelayan asal Batang, Minggu (23/6/2019).

Dilanjutkan Teguh, Menhub menjanjikan pengurusan pas kecil secara cepat dan mudah, serta keamanan saat melaut.

“Menurut saya mengurus pas kecil (melalui Kemenhub, red) kini lumayan cepat selesainya. Di kampung saya yang terletak di Kecamatan Tulis Kabupaten Batang, ada sekitar 120 nelayan dan semua sudah mendapatkan Pas Kecil kurun waktu dua bulan,” jelasnya.

Warga Batang tersebut berharap apa yang sudah dijanjikan Menhub RI terus ditindaklanjuti, agar bisa memberangus calo pengurusan kapal.

“Semoga saja bisa ditindaklanjuti ke daerah lain agar nelayan terbantu, karena selama ini kendala nelayan melaut ada di lamanya perizinan serta calo,” tuturnya.

Ia menuturkan selain Kota Pekalongan, rombongan juga akan bertemu nelayan di Subang Jawa Barat.

“Acara ini merupakan amanat dari Presiden RI untuk menyuarakan pengurusan Pas Kecil tanpa pungutan biaya alias gratis, agar nelayan bisa melaut tanpa menunggu lamanya proses pengurus izin,” ujar Budi.

Selain menggratiskan biaya perizinan Pas Kecil, Budi menjelaskan, pemerintah wajib melayani izin nelayan secara cepat.

“Maka dari itu kami tak akan berhenti untuk berkeliling bertemu nelayan di Indonesia, kami ingin nelayan di nusantara lebih maju,” imbuhnya.

Budi juga menambahkan, agar nelayan selalu mematuhi aturan keselamatan saat melaut.

“Untuk itu kami berikan alat pengaman berupa pelampung, tujuannya agar nelayan sadar akan keselamatan. Selain itu BMKG juga tak hentinya memberi imbauan saat cuaca buruk, kami harap nelayan bisa mematuhi imbauan tersebut,” tambahnya.

(ray/sumber dan foto: tribunnews.com/adinda)