press enter to search

Minggu, 25/08/2019 21:07 WIB

Menag: Pemberangkatan Haji 2019 Maju Satu Hari

Dahlia | Selasa, 25/06/2019 19:27 WIB
Menag: Pemberangkatan Haji 2019 Maju Satu Hari Foto: ilustrasi calon jemaah Haji

Jakarta (aksi.id)  Menteri Agama (Menag) Lukman Hakimmemastikan keberangkatan jemaah haji gelombang pertama ke Arab Saudi dimajukan sehari menjadi 6 Juli 2019.

"Yang semula berangkat [pertama] pada 7 Juli menjadi 6 Juli 2019," kata Lukman usai pembekalan Media Center Haji di Kemenag, Selasa (25/6) seperti dilansir dari Antara.

Atas dasar itu, sambungnya, para calon jemaah kelompok terbang (kloter) awal gelombang pertama pemberangkatan haji sudah mulai masuk ke asrama haji atau embarkasi pada 5 Juli 2019.

"Lalu keesokan harinya pada 6 Juli 2019 mereka akan diberangkatkan menuju Tanah Suci ke Madinah untuk gelombang pertama, kemudian secara berangsur-angsur beberapa kloter kemudian menyusul," kata Lukman.

Sementara untuk petugas haji gelombang pertama, rencananya akan mulai diberangkatkan pada 1 Juli 2019.


Lukman mengatakan perubahan jadwal keberangkatan ini salah satunya karena penambahan kuota haji Indonesia sebanyak 10.000 tahun ini. Sehingga, sambungnya, total yang diberangkatkan menjadi 231.000.

Hal tersebut pun berdampak pada slot waktu penerbangan yang disetujui sehingga menyebabkan perubahan pada Rencana Perjalanan Haji (RPH). Sebelumnya, dalam RPH yang dirilis pada akhir 2018, pemberangkatan haji dimulai pada 7 Juli 2019.

Sementara terkait persiapan, Lukman memastikan seluruhnya telah tuntas hanya menunggu penyelesaian proses pengurusan dokumen calon jamaah haji di Tanah Air.

"Alhamdulillah persiapan di Tanah Suci saat ini sudah tuntas," kata politikus PPP tersebut.

Sementara itu, dalam keterangan tertulis, Kasubdit Dokumen Haji Reguler Kemenag Nasrullah Jasam pada Selasa (25/6) pagi menyatakan masih 143 ribu paspor calon haji yang akan diproses visanya.

Nasrullah menyatakan data-data paspor calon haji yang sudah dikelompokkan akan dikirim ke Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, Arab Saudi, untuk dilakukan pemaketan layanan.

Layanan tersebut mencakup akomodasi Makkah, akomodasi Madinah, dan katering masya`ir (Armina). Proses dilanjutkan KUH KJRI di Jeddah dengan memasukkan data tersebut ke dalam sistem visa Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

"Sampai hari ini, ada 5 ribu visa jamaah dan tiga ribu visa petugas yang sudah terbit," katanya.

Nasrullah menyatakan hingga pagi tadi sudah lebih 100 ribu paspor jamaah yang selesai dikelompokkan berdasarkan kloter dan sudah dikirim ke KUH untuk dilakukan pemaketan layanan.

Dia menargetkan pada 3 Juli 2019, 50 persen dari visa jamaah haji yang berangkat pada gelombang pertama dapat selesai.

"50 persen lainnya ditargetkan selesai pada hari keenam fase pemberangkatan jamaah haji kloter pertama. Untuk visa jamaah gelombang kedua, 50 persen ditargetkan selesai pada akhir pemberangkatan gelombang pertama dan 50 persen pada pertengahan gelombang kedua," kata dia.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menambah tenaga kesehatan haji untuk mendukung jumlah jemaah haji Indonesia yang meningkat setelah ada penambahan kuota.

Tambahan itu ada 66 orang yang terdiri atas 22 dokter dan 44 perawat. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka menyatakan tambahan tenaga kesehatan itu disebutkan untuk mendukung pelayanan bagi 22 kloter haji tambahan.

Selain menambahkan tenaga kesehatan haji, pemerintah memperbanyak fasilitas kesehatan untuk jamaah haji Indonesia di kawasan Mekkah dan Madinah, Arab Saudi.

Pemerintah sudah menyiapkan dua Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mekkah maupun Madinah.

KKHI Madinah yang diresmikan Mei 2019 kapasitas tempat tidur dari 50 unit menjadi 80 unit. KKHI Mekkah yang gedungnya terdiri atas 18 lantai di daerah Aziziyah Janubiah dan sudah beroperasi sejak 2017 memiliki 300 tempat tidur rawat dalam gedung 18 lantai.

Kedua KKHI itu disebutkan setara dengan rumah sakit tipe C di Indonesia. Keduanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pemeriksaan kesehatan seperti laboratorium, apotek, ruang rontgen, dan fasilitas kamar petugas kesehatan yang dapat menampung sekitar 400 orang. (Lia/sumber:cnnindonesia)