press enter to search

Senin, 19/08/2019 08:16 WIB

Kelebihan Stok, 50 Ribu Ton Beras Bulog Bakal `Sia-Sia`

Dahlia | Selasa, 02/07/2019 11:15 WIB
Kelebihan Stok, 50 Ribu Ton Beras Bulog Bakal `Sia-Sia` Foto: istimewa

Jakarta, (aksi.id) - Badan Urusan Logistik (Bulog) akan melepas 50 ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP) dari gudangnya. Pasalnya, mutu beras tersebut sudah turun dan tak layak diolah menjadi nasi akibat terlalu lama disimpan. 

"(Beras) itu dari tahun lama. Pengadaan yang dulu-dulu, ada yang 2015, 2016, 2017," ujar Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (7/1).

Ia menjelaskan Bulog akan mencoba mengolah lebih dulu beras yang turun kadar mutunya untuk menjadi produk lain, seperti ethanol. Namun jika tidak memungkinkan, maka beras tersebut harus dibuang. 

"Kalau masih bisa kami manfaatkan, kami manfaatkan," jelasnya. 

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan CBP, waktu penyimpanan beras di gudang seharusnya hanya 4 bulan. Namun, aturan itu tak berjalan sempurna. Pasalnya, menurut dia, sisa beras di gudang yang berasal dari impor pada April 2018 lalu masih lebih dari 1 juta ton.

"Masih ada 1 juta lebih yang sisa impor yang lama. itu kan potensi rusak (kalau tidak disalurkan)," ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat beberapa cara Bulog dalam menyalurkan beras. Pertama, melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Program ini dulu dikenal sebagai operasi pasar.

Kedua, penyaluran secara komersial. Ketiga, program golongan anggaran yang melayani kebutuhan beras di perbatasan. Terakhir, program beras sejahtera atau bantuan pangan nontunai.

Saat ini, menurut dia, volume CBP yang ditampung Bulog sekitar 2,2 juta ton. Sejak awal tahun, Bulog telah menyerap sekitar 800 ribu ton dengan rata-rata serapan harian di kisaran 8.000 - 10.000 ribu ton. Hingga akhir tahun, total serapan beras Bulog ditargetkan mencapai 1,8 juta ton.
 (Lia/sumber:cnnindonesia)

Keyword Beras Bulog