press enter to search

Selasa, 14/07/2020 16:11 WIB

Kapal Tanker Iran Rusak Mesin & Sandar di Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi Tuntut Biaya Labuh 200.000 Dolar AS/Hari

Redaksi | Minggu, 07/07/2019 15:05 WIB
Kapal Tanker Iran Rusak Mesin & Sandar di Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi Tuntut Biaya Labuh 200.000 Dolar AS/Hari
RIYADH (Aksi.id)- Kapal tanker minyak milik Iran dikabarkan tengah ditahan otoritas Arab Saudi di Pelabuhan Jeddah. Kabar kapal tanker Iran yang ditahan di Arab Saudi itu muncul di tengah peningkatan ketegangan antara Teheran dengan London, setelah Marinir Inggris melakukan penyitaan terhadap kapal tanker super milik Iran. Diberitakan Middle East Monitor dan dikutip kompas.com, yang mengutip sumber di Teheran, kapal tanker minyak Iran itu merapat ke Pelabuhan Jeddah setelah mengalami kerusakan di tengah pelayaran dua bulan lalu. “Kapal tanker minyak Iran itu merapat di Pelabuhan Jeddah untuk perbaikan darurat setelah mengalami kegagalan mesin dan kehilangan kendali,” tulis laporan tersebut. Akan tetapi kini, dilansir Russia Today, otoritas Saudi menuntut kepada Iran untuk membayar biaya sebesar 200.000 dollar AS (sekitar Rp2,8 miliar) untuk setiap hari selama kapal tersebut berlabuh. Tidak disebutkan dengan pasti telah berapa lama kapal tanker minyak Iran itu berada di pelabuhan Arab Saudi. Menanggapi “tagihan” dari Arab Saudi, Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh, menyampaikan bahwa para pejabat di Perusahaan Tanker Minyak Nasional Iran sedang menindaklanjuti permasalahan ini. Namun Zanganeh menekankan bahwa permasalahan kapal tanker minyak yang ditahan Arab Saudi akan segera diselesaikan. “Permasalahan ini memiliki implikasi terhadap keuangan Iran, tetapi kami lebih mengkhawatirkan tentang kemungkinan bencana lingkungan di kawasan itu,” ujar Zanganeh. Baca juga: Iran Ancam Sita Kapal Inggris jika Kapal Tankernya Tak Dibebaskan Sementara sejumlah pejabat Iran mengkritik permintaan pemerintah Saudi untuk membebaskan kapal minyak mereka termasuk tindakan ilegal. (jasmine/adinda)