press enter to search

Jum'at, 20/09/2019 17:16 WIB

Sekjen Gerindra Akui Pemulangan Habib Rizieq Syarat Rekonsiliasi

Redaksi | Selasa, 09/07/2019 13:18 WIB
Sekjen Gerindra Akui Pemulangan Habib Rizieq Syarat Rekonsiliasi  Habib Rizieq. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani membenarkan syarat rekonsolisiasi dari Prabowo kepada Jokowi adalah pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab ke Indonesia.

Muzani mengatakan, Prabowo juga mensyaratkan pembebasan sejumlah pendukung Prabowo-Sandi yang sempat ditahan beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, syarat-syarat itu merupakan bagian dari proses agar perbedaan pendapat atau pandangan yang tajam di tengah masyarakat selama Pilpres 2019 dapat dikendurkan.

"Keseluruhan bukan hanya itu [pemulangan Rizieq], tapi keseluruhan. Kemarin-kemarin banyak ditahan-tahanin ratusan orang," kata Muzani kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (9/7).

Dia berpendapat, islah antara Jokowi dan Prabowo saat ini harus dilakukan dalam rangka meniadakan dendam, diksi pemenang dan pihak kalah, hingga anggapan penguasa dan pihaknya yang akan dikuasai.

Muzani mengatakan islah tidak akan terjadi bila dendam di antara dua kubu yang bertarung di Pilpres 2019 masih terjadi. Menurutnya, islah harus menjadi sebuah hal yang kuat dengan mengendurkan ketegangan yang sempat lahir di Pilpres 2018.

Wakil Ketua MPR itu melanjutkan, islah antara Jokowi dan Prabowo tidak boleh sekadar ucapan di bibir, bualan, atau dagangan politik. Dia menilai islah antara Jokowi dan Prabowo harus menjadi sebuah hal yang asli tanpa ada upaya kriminalisasi lagi.

"Rekonsiliasi, islah, [dan] penyatuan itu akan terjadi sebagai sesuatu yang genuine sampaikan itu, semuanya. Ya tidak boleh ada proses kriminalisasi, dan seterusnya," ucapnya.

Lebih jauh, Muzani mengaku belum bisa memastikan waktu pertemuan antara Jokowi dan Prabowo terjadi. Menurutnya, pertemuan kedua tokoh capres dalam rangka islah itu bisa terjadi dalam waktu dekat atau lama lagi, mengingat kepadatan kegiatan kedua tokoh.

"Bisa lebih cepat di bulan-bulan ini, bisa agak lambat. Tapi yang pasti, terus terang saya belum bisa memperkirakan karena keduanya kesibukannya sangat padat sekali," tutur Muzani.

Sebelumnya, mantan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan agar rekonsiliasi juga dilakukan dengan cara memulangkan Rizieq Shihab ke Indonesia.

"Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada HABIB RIZIEQ kembali ke Indonesia," tulis Dahnil dalam akun Twitter-nya, Jumat (5/7). (ds/sumber CNN)